kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

AS sambangi Taiwan, China beri peringatan: Mereka yang bermain api akan terbakar


Kamis, 13 Agustus 2020 / 06:00 WIB


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

Beijing menegaskan, Taiwan, yang telah memerintah sendiri sejak 1949, adalah bagian dari "satu China". Dan, China telah bersumpah untuk bereaksi dengan kekerasan jika secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan.

Pada hari terakhir perjalanan, Rabu (12/8), Azar mengunjungi kuil untuk mendiang Presiden Taiwan Lee Teng-hui, memuji perannya dalam mengarahkan transisi pulau itu menuju demokrasi.

Anggota kabinet Pemerintahan Donald Trump itu menulis pesan belasungkawa untuk Lee, yang meninggal bulan lalu dalam usia 97 tahun. "Warisan demokrasi Presiden Lee akan selamanya mendorong hubungan AS-Taiwan ke depan," tulis Azar.

Baca Juga: Jika perang terjadi, Taiwan bisa saja kalahkan China, ini caranya

Lee adalah sosok yang menjulang tinggi dalam sejarah Taiwan baru-baru ini. Dia menentang China dengan mendorong Taiwan untuk diakui sebagai negara yang berdaulat dan mendapatkan julukan "Tuan Demokrasi" untuk peran yang ia mainkan dalam transisi dari pemerintahan otoriter.

Beijing membenci Lee. Ketika berita kematiannya muncul, media Pemerintah China menyebutnya "ayah baptis pemisahan diri Taiwan".




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×