kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

AS Sebut Taiwan Mitra Tepercaya, Soroti Hubungan dengan Eswatini


Senin, 04 Mei 2026 / 08:08 WIB
AS Sebut Taiwan Mitra Tepercaya, Soroti Hubungan dengan Eswatini
ILUSTRASI. Dolar Taiwan (DOK/Thomas White)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyebut Taiwan sebagai mitra yang “tepercaya dan kapabel”, sekaligus menyoroti manfaat hubungan global Taipei, termasuk dengan Eswatini, di tengah meningkatnya tekanan geopolitik dari China.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara U.S. State Department pada Minggu (4/5/2026) terkait kunjungan Presiden Taiwan Lai Ching-te ke Eswatini, negara di Afrika bagian selatan yang masih menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan.

Baca Juga: Kapal Tanker Dihantam Proyektil Tak Dikenal di Lepas Pantai Fujairah, UEA

Lai tiba di Eswatini pada Sabtu (3/5) dalam kunjungan mendadak, setelah rencana perjalanan sebelumnya batal akibat tekanan dari China.

Pemerintah Taiwan sebelumnya menyebut bahwa tekanan Beijing membuat sejumlah negara di Samudra Hindia menolak izin lintasan udara bagi pesawat kepresidenan.

“Taiwan adalah mitra yang tepercaya dan kapabel bagi Amerika Serikat dan banyak negara lainnya. Hubungan global Taiwan memberikan manfaat nyata bagi warga negara mitra, termasuk Eswatini,” ujar juru bicara tersebut.

AS juga menegaskan bahwa kunjungan luar negeri presiden Taiwan merupakan hal yang rutin dan tidak seharusnya dipolitisasi.

Sebelumnya, mantan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen juga melakukan kunjungan ke Eswatini pada 2018 dan 2023.

Saat ini, Eswatini menjadi satu dari hanya 12 negara di dunia yang masih memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, sekaligus satu-satunya di Afrika.

Baca Juga: GameStop Kejutkan Pasar: Tawarkan US$ 56 Miliar untuk Akuisisi eBay!

Di sisi lain, China memiliki pengaruh ekonomi yang luas di kawasan tersebut dan terus menekan negara-negara untuk tidak menjalin hubungan resmi dengan Taipei.

China memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menolak hubungan negara-ke-negara dengan pulau tersebut.

Pemerintah Beijing bahkan mengecam kunjungan Lai, dengan pernyataan keras terhadap perjalanan tersebut.

Ketegangan ini mencerminkan posisi Taiwan sebagai salah satu isu paling sensitif dalam hubungan antara China dan Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi sebelumnya menyebut Taiwan sebagai “titik risiko terbesar” dalam relasi kedua negara saat berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Baca Juga: Tragedi Kapal Pesiar: Hantavirus Mematikan Renggut Nyawa 3 Orang, WHO Turun Tangan

Amerika Serikat sendiri merupakan pendukung internasional utama Taiwan, termasuk sebagai pemasok senjata, yang kerap memicu ketegangan dengan Beijing.

Dalam kunjungannya, Lai juga mengundang Raja Mswati III untuk kembali mengunjungi Taiwan. Kunjungan ini awalnya direncanakan bertepatan dengan peringatan 40 tahun masa pemerintahan sang raja pada April lalu.

Lai menegaskan bahwa masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya sendiri, serta menekankan hak Taiwan untuk menjalin hubungan dengan komunitas internasional.




TERBARU

[X]
×