kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.079   -9,00   -0,05%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

AS tolak bergabung dalam Upaya vaksin Covid-19 global karena dipimpin WHO


Rabu, 02 September 2020 / 11:02 WIB
ILUSTRASI. Logo WHO. REUTERS/Denis Balibouse


Sumber: CNN,Forbes | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Gedung Putih mengatakan, Amerika Serikat tidak akan berpartisipasi dalam upaya global untuk mengembangkan dan mendistribusikan vaksin virus corona karena inisiatif tersebut dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Melansir CNN, keputusan ini akan membuat AS terisolasi dari lebih 170 negara yang terlibat dalam inisiatif COVAX yang berupaya menyediakan akses ke vaksin yang efektif untuk seluruh dunia.

"Amerika Serikat akan terus melibatkan mitra internasional kami untuk memastikan kami mengalahkan virus ini, tetapi kami tidak akan dibatasi oleh organisasi multilateral yang dipengaruhi oleh WHO dan China yang korup," kata juru bicara Gedung Putih Judd Deere dalam sebuah pernyataan seperti yang dikutip CNN.

Baca Juga: WHO tegaskan vaksin Covid-19 barang umum milik publik

Selain menggarisbawahi ketidakpercayaan lama Trump terhadap aliansi global dan, khususnya, kritiknya terhadap WHO, keputusan tersebut menandai pertaruhan penting pada Operation Warp Speed, upaya pemerintah federal untuk mempercepat pengembangan obat-obatan, vaksin, dan langkah-langkah lain untuk memerangi pandemi. 

Dua vaksin Covid-19 sedang dalam uji coba Tahap 3 di AS - yang dibuat oleh Moderna dan Pfizer / BioNTech. Adapun dua vaksin lainnya diharapkan dapat memulai uji coba Tahap 3 pada pertengahan September.

Baca Juga: WHO: Membuka kembali tanpa ada pengendalian Covid-19 merupakan sumber dari bencana

"Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, penelitian, pengembangan, dan uji coba vaksin dan terapeutik telah maju dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menghasilkan obat-obatan inovatif dan efektif yang didorong oleh data dan keamanan dan tidak terhambat oleh birokrasi pemerintah," kata Deere.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×