kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

AstraZeneca Investasi US$ 18,5 Miliar di China, Kejar 20 Obat Baru


Jumat, 30 Januari 2026 / 20:31 WIB
AstraZeneca Investasi US$ 18,5 Miliar di China, Kejar 20 Obat Baru
ILUSTRASI. ASTRAZENECA-ESOBIOTEC/ ( REUTERS/Phil Noble)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Perusahaan farmasi AstraZeneca akan melisensikan sejumlah obat eksperimental untuk obesitas dan penyakit terkait berat badan dari CSPC Pharmaceutical Group. Dalam kesepakatan ini, AstraZeneca akan membayar dana awal sebesar US$ 1,2 miliar dan tambahan hingga US$ 17,3 miliar jika berbagai target pengembangan dan penjualan tercapai, demikian diumumkan perusahaan farmasi asal China tersebut pada Jumat.

Kesepakatan ini memperluas kerja sama yang telah terjalin antara kedua perusahaan, termasuk di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Juru bicara AstraZeneca menyebutkan bahwa perjanjian ini merupakan tambahan dari rencana investasi US$15 miliar di China yang diumumkan perusahaan sehari sebelumnya.

Produsen obat Inggris-Swedia itu tengah meningkatkan investasinya di pasar obat obesitas yang berkembang pesat dan selama ini didominasi perusahaan-perusahaan Barat. AstraZeneca juga sebelumnya melisensikan pil penurun berat badan eksperimental dari perusahaan bioteknologi China, EccoGene.

Baca Juga: Exxon Cetak Laba US$ 1,71 per Saham di Kuartal IV-2025, Lampaui Proyeksi Analis

Eksekutif AstraZeneca, Sharon Barr, mengatakan investasi di China menjadi kunci untuk mendukung target perusahaan meluncurkan 20 obat baru hingga 2030.

Bagi CSPC, kesepakatan ini merupakan perjanjian lisensi keluar (out-licensing) terbesar yang pernah ditandatangani perusahaan, menurut analis Macquarie Capital. Berdasarkan perjanjian tersebut, CSPC berhak menerima hingga US$3,5 miliar yang terkait dengan pencapaian target riset dan pengembangan, serta hingga US$13,8 miliar untuk target berbasis penjualan, yang mencakup akses ke platform teknologi dan delapan program obat.

CSPC juga menyatakan bahwa royalti di masa depan, yang dihitung berdasarkan penjualan bersih tahunan produk berlisensi, akan dibayarkan di luar nilai tersebut.

Meski demikian, saham CSPC di Bursa Hong Kong turun sekitar 12% setelah pengumuman kesepakatan, setelah sebelumnya melonjak 26% sejak 2 Januari. Sementara itu, saham AstraZeneca yang tercatat di London naik 0,3% pada Jumat.

“Ini mencerminkan fenomena klasik buy the rumour, sell the news,” kata Tony Ren, Kepala Riset Kesehatan Asia di Macquarie Capital.

Kandidat obat yang dilisensikan dari CSPC mencakup SYH2082, produk yang siap memasuki tahap uji klinis, serta tiga kandidat pra-klinis lainnya dalam portofolio obat suntik untuk manajemen berat badan. SYH2082 dirancang untuk penggunaan sekali sebulan, yang diharapkan dapat membantu pasien mempertahankan terapi penurunan berat badan dalam jangka lebih panjang.

Perjanjian ini mencakup pengembangan, manufaktur, dan komersialisasi produk. AstraZeneca memperoleh lisensi global, tidak termasuk Taiwan, Hong Kong, Makau, dan China daratan.

Baca Juga: Dolar AS Bertahan Menguat Usai Trump Tunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed

Selain itu, AstraZeneca dan CSPC juga akan bekerja sama dalam empat program baru lainnya dengan memanfaatkan platform milik CSPC, termasuk teknologi pelepasan obat jangka panjang dan penemuan obat peptida berbasis AI.

“Bersama CSPC, kami mengeksplorasi mekanisme yang memungkinkan tolerabilitas yang lebih baik dan respons terapi yang lebih tahan lama. Ini sangat penting bagi pasien,” ujar Barr.

Selanjutnya: Obligasi Jangka Panjang AS Tertekan Usai Trump Pastikan Kevin Warsh Ketua The Fed

Menarik Dibaca: Bukan Gaji, Ini 5 Rahasia Orang Kaya Kelola Uang Hingga Sukses




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×