kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.455.000   0   0,00%
  • USD/IDR 15.155   87,00   0,57%
  • IDX 7.743   -162,39   -2,05%
  • KOMPAS100 1.193   -15,01   -1,24%
  • LQ45 973   -6,48   -0,66%
  • ISSI 227   -2,76   -1,20%
  • IDX30 497   -3,22   -0,64%
  • IDXHIDIV20 600   -2,04   -0,34%
  • IDX80 136   -0,80   -0,58%
  • IDXV30 141   0,18   0,13%
  • IDXQ30 166   -0,60   -0,36%

Atasi krisis AS, Obama tekan swasta ciptakan lapangan kerja


Senin, 13 Juni 2011 / 07:39 WIB
Atasi krisis AS, Obama tekan swasta ciptakan lapangan kerja
ILUSTRASI. perusahaan tambang batubara Bumi Resources tbk


Reporter: Christine Novita Nababan |

WASHINGTON DC. Presiden Amerika Serikat,Barack Obama tengah berusaha keras menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan pengangguran. Buktinya, tepat setelah pengumuman kenaikan tingkat pengangguran menjadi 9,1% pada bulan lalu, Obama segera merapatkan barisan mengadakan pertemuan dengan beberapa kepala perusahaan kelas kakap di AS.

Dalam pertemuan yang akan berlangsung di North Carolina, Senin (13/6) waktu setempat, Obama akan bertemu dengan Ketua dan CEO General Electric Jeff Immelt, CEO Intel Paul Otellini, Ketua dan CEO DuPont Ellen Kullman, Ketua dan CEO Southwest Airlines Gary Kelly, Ketua Citigroup Dick Parson, serta Ketua dan CEO Comcast Corp Brian Roberts.

Para eksekutif perusahaan terbesar AS ini bersama-sama dengan penasihat utama Gedung Putih dan para pemimpin bisnis lokal akan membahas langkah-langkah untuk memacu penciptaan lapangan kerja, terutama ketika pasar tenaga kerja cukup stagnan seperti saat ini. Termasuk upaya pemerintah untuk meningkatkan tenaga pendidikan keahlian.

“Sekarang, tidak seharusnya pemerintah menjadi mesin utama dalam menciptakan lapangan kerja di negeri ini. Justru, sektor swasta harus mengambil peranan. Satu hal yang pemerintah bisa lakukan adalah menjadi mitra sektor swasta untuk memastikan bahwa setiap pekerja memiliki keahlian yang diperlukan,” ujarnya seperti dilansir Reuters, kemarin.

Komentar tersebut dikemukakan Obama setelah Departemen Tenaga Kerja merilis laporan bulanan, bahwa hanya 54.000 lapangan kerja baru yang berhasil diciptakan pada Mei 2011. Alhasil, dalam tiga bulan terakhir, terhitung sejak Februari hingga April tahun ini, tingkat pengangguran di AS naik tipis menjadi 9,1%. Laporan tersebut sekaligus meluaskan tuduhan bahwa kebijakan ekonomi AS yang digagas Obama gagal, tepat 18 bulan menjelang pemilihan presiden AS. Kendati demikian, Obama menampik apabila ekonomi AS disebut kacau. “Masalah yang ada tak bisa dipecahkan dengan sesegera, ini memang membutuhkan waktu,” tegas dia.

Juru Bicara Gedung Putih mengatakan, Obama juga dijadwalkan akan menemui Ketua Dewan Pekerjaan dan Daya Saing. Dewan itu nantinya akan meluncurkan proposal yang kebanyakan dilakukan tanpa dana dari pemerintah. Saat ini, ide yang sedang dipertimbangkan adalah pengurangan pajak gaji yang dibayar pengusaha. Tahun ini, karyawan menerima penurunan 2% pajak gaji.

Salah seorang ekonom, seperti dikutip Bloomberg, menilai meskipun dewan penasihat terhambat oleh perusahaan-perusahaan besar, pertumbuhan pekerjaan secara historis datang dari perusahaan baru. “Ini akibat kurangnya penciptaan perusahaan baru yang menutup prospek pekerjaan,” imbuhnya.


Kritikus Republik menuduh, kebijakan pengeluaran Obama terlalu boros dan terlampau banyak regulasi sehingga menghalangi pertumbuhan ekonomi AS. “Kita tidak bisa terus mengikuti agenda gagal yang sama yang telah mendorong penciptaan lapangan kerja lebih lanjut ke dalam keraguan dan ketidakpastian,” tutur Adam Kinzinger.




TERBARU

[X]
×