kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.080   -50,00   -0,28%
  • IDX 5.938   25,26   0,43%
  • KOMPAS100 773   3,91   0,51%
  • LQ45 589   1,81   0,31%
  • ISSI 204   1,10   0,54%
  • IDX30 333   0,61   0,18%
  • IDXHIDIV20 412   0,61   0,15%
  • IDX80 88   0,43   0,49%
  • IDXV30 112   0,93   0,84%
  • IDXQ30 107   -0,06   -0,05%

Australia Konfirmasi Kasus Pertama Flu Burung H5N1 pada Burung Laut Asli


Jumat, 10 Juli 2026 / 09:49 WIB
Australia Konfirmasi Kasus Pertama Flu Burung H5N1 pada Burung Laut Asli
ILUSTRASI. Flu burung (Kyodo/via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Australia untuk pertama kalinya mengonfirmasi kasus flu burung H5N1 pada burung laut asli (seabird) di wilayahnya.

Sebelumnya, seluruh temuan virus H5N1 di negara tersebut hanya terjadi pada burung laut migran.

Baca Juga: Ringgit Rebound Jumat (10/7), Rupiah Bertahan di Atas Level Rp 18.000 per Dolar AS

Menteri Pertanian Australia, Julie Collins, pada Jumat (10/7/2026) mengatakan bahwa temuan terbaru tersebut menandai perkembangan baru dalam penyebaran virus flu burung yang sangat patogenik di Australia.

Negara bagian New South Wales menjadi wilayah ketiga di Australia yang mengonfirmasi kasus H5N1, setelah seekor burung laut migran yang ditemukan di dekat kawasan pesisir dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.

Australia bulan lalu juga menjadi benua terakhir yang mencatat kasus H5N1 di daratan utama.

Sebelumnya, virus ini telah terdeteksi pada akhir 2025 di Pulau Heard, wilayah sub-Antartika Australia yang berjarak sekitar 4.100 kilometer dari daratan utama.

Baca Juga: Rasio Gol Kylian Mbappe di Piala Dunia Tembus 1:1, Bisa Salip Rekor Messi?

Sejauh ini, Australia telah mengonfirmasi enam kasus H5N1 yang tersebar di tiga negara bagian.

Salah satunya ditemukan pada giant petrel, sejenis burung laut, yang ditemukan di dekat kota pesisir Hawks Nest, New South Wales.

Secara global, virus H5N1 telah menyebabkan pemusnahan ratusan juta unggas dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mengganggu pasokan pangan dan mendorong kenaikan harga produk unggas. Meski demikian, infeksi pada manusia masih tergolong jarang terjadi.

"Tes positif ini merupakan deteksi pertama H5 yang terkonfirmasi di New South Wales," kata Menteri Pertanian New South Wales, Tara Moriarty.

Ia menegaskan hingga saat ini belum ada bukti penyebaran virus ke satwa liar lokal, maupun ke peternakan unggas komersial, burung peliharaan, atau jenis burung lainnya di New South Wales.

Baca Juga: Topan Bavi Ancam Kepulauan Barat Daya Jepang, Puluhan Penerbangan Dibatalkan

"Tidak ada dampak terhadap pasokan daging ayam maupun telur. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap membeli produk-produk tersebut seperti biasa," ujarnya.

Pemerintah New South Wales telah mengaktifkan rencana penanganan, termasuk meningkatkan pengawasan, memperluas operasi surveilans, serta menambah personel untuk mendukung industri peternakan.

Sejak virus flu burung terdeteksi di daratan Australia, pemerintah telah meningkatkan pemantauan dan pengujian terhadap satwa liar maupun ternak.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese sebelumnya juga menegaskan pemerintah akan melakukan berbagai langkah untuk mencegah penyebaran virus H5N1 lebih luas.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×