kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Australia memaksa Facebook dan Google berbagi pendapatan iklan dengan media lokal


Senin, 20 April 2020 / 09:49 WIB
ILUSTRASI. Australia akan segera terbitkan aturan yang mewajibkan Facebook dan Google berbagi pendapatan iklan dengan perusahaan media lokal. REUTERS/Regis Duvignau/Illustration/File Photo


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Australia akan meloloskan undang-undang yang mewajibkan Facebook Inc dan Google Alphabet Inc untuk berbagi pendapatan iklan dengan perusahaan media lokal. Hal tersebut dikatakan bendahara negara tersebut pada hari Senin (20/4). 

Bendahara Josh Frydenberg mengatakan dalam sebuah pernyataan, langkah itu dilakukan setelah pembicaraan dengan Facebook dan Alphabet gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengatasi keluhan para pemain media domestik bahwa raksasa teknologi terlalu mencengkram iklan sebagai sumber utama pendapatan mereka.

Baca Juga: Aplikasi meeting online booming, Verizon sepakat akuisisi BlueJeans US$ 500 juta

"Pada masalah mendasar pembayaran untuk konten, yang dicari untuk diselesaikan, tidak ada kemajuan berarti," kata bendaharawan di surat kabar The Australian.

Pasar iklan online Australia bernilai hampir A $ 9 miliar (US$ 5,72 miliar) setahun dan telah tumbuh lebih dari delapan kali lipat sejak 2005, tulis Frydenberg. Untuk setiap A $ 100 yang dihabiskan untuk iklan online di Australia, tidak termasuk iklan baris, hampir sepertiga masuk ke Google dan Facebook.

Desember lalu, Australia mengatakan Google dan Facebook harus menyetujui aturan baru untuk memastikan mereka tidak menyalahgunakan kekuatan pasar mereka dan merusak persaingan, atau pemerintah akan memberlakukan kontrol baru.

Pada hari Senin Frydenberg mengatakan pemerintah sekarang telah meminta pengawas kompetisi negara itu, Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) untuk mengembangkan kode etik wajib antara outlet media dan platform digital.

Baca Juga: Perangi hoaks corona, Facebook akan kirim pesan ke pengunggah konten palsu




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×