Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Regulator internet Australia meminta sejumlah platform gim daring, termasuk Roblox dan Minecraft milik Microsoft, untuk menjelaskan langkah-langkah perlindungan anak dari risiko kejahatan online.
Melansir Reuters Regulator eSafety Australia pada Rabu (22/4/2026) mengeluarkan pemberitahuan transparansi yang mengikat secara hukum kepada beberapa platform, termasuk Fortnite milik Epic Games dan layanan distribusi gim Steam milik Valve.
Baca Juga: Ekspor Jepang Tumbuh 11,7% pada Maret, Ditopang Permintaan Global dan Kenaikan Harga
Permintaan tersebut mencakup penjelasan terkait sistem pengamanan, sumber daya manusia, hingga protokol keselamatan siber yang diterapkan.
Perusahaan diwajibkan merespons, dengan risiko sanksi hingga gugatan perdata jika tidak mematuhi.
Komisioner eSafety, Julie Inman Grant, menyebut layanan yang terkait dengan gim, termasuk pesan terenkripsi, kerap menjadi titik awal kontak antara anak-anak dan pelaku kejahatan.
“Sering kali setelah pelaku melakukan kontak di lingkungan gim, mereka memindahkan anak-anak ke layanan pesan pribadi,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Baca Juga: Dolar AS Sentuh Level Tertinggi Sepekan Rabu (22/4), Ragukan Gencatan Senjata Iran
Ia menambahkan, platform gim kini juga berfungsi sebagai ruang sosial. Sekitar 9 dari 10 anak usia 8 hingga 17 tahun di Australia tercatat pernah bermain gim daring.
Menurutnya, kondisi ini dimanfaatkan oleh pelaku dewasa untuk melakukan grooming, pemerasan seksual, hingga menyisipkan narasi ekstremisme dan kekerasan dalam interaksi permainan.
Langkah regulator ini muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap kemampuan platform gim dalam mendeteksi ancaman terhadap anak, terutama karena fitur percakapan real-time dengan pengguna anonim lebih sulit diawasi dibandingkan media sosial konvensional.
Sehari sebelumnya, Roblox mencapai kesepakatan hukum dengan negara bagian Alabama dan West Virginia di Amerika Serikat terkait tuduhan gagal melindungi pengguna anak.
Perusahaan setuju membayar lebih dari US$ 23 juta serta melakukan perubahan pada fitur chat dan sistem permainan bagi anak.
Baca Juga: Lebih dari 30 Negara Rapat di London, Susun Misi Pembukaan Selat Hormuz
Saat ini, Roblox juga menghadapi lebih dari 140 gugatan di pengadilan federal AS yang menuduh perusahaan memfasilitasi eksploitasi seksual anak.
Di tengah tekanan hukum tersebut, Roblox mengumumkan akan meluncurkan sistem akun khusus berdasarkan usia mulai Juni.
Pengguna usia 5–8 tahun akan masuk kategori “Roblox Kids”, sementara usia 9–15 tahun dalam kategori “Roblox Select”.













