kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Bagian tubuh korban EgyptAir mulai ditemukan


Sabtu, 21 Mei 2016 / 11:40 WIB
Bagian tubuh korban EgyptAir mulai ditemukan


Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KAIRO. Pemerintah Mesir sudah menemukan serpihan pesawat pesawat EgyptAir MS804 yang hilang sejak Kamis (19/5) lalu. Selain itu, ditemukan pula sejumlah barang penumpang dan bagian tubuh korban.

Dalam tweet yang ditulis pada Jumat (20/5) pagi waktu setempat, EgyptAir mengatakan bahwa militer dan angkatan laut Mesir telah menemukan lebih banyak serpihan badan pesawat. Pada waktu yang sama ditemukan juga koper dan kursi penumpang.

"Pencarian masih terus berlangsung," demikian pernyataan resmi maskapai asal Mesir itu.

Sementara, Aviation Herald, yang melaporkan berita mengenai penerbangan bilang, pihaknya telah menerima informasi dari tiga sumber independen bahwa sistem komunikasi pesawat telah mengirimkan sejumlah pesan yang mengatakan bahwa ada asap di kamar mandi dan sistem avionik, serta ada kesalahan di "FCU" dan "SEC3".

FCU atau flight control unit mengacu pada panel kontrol yang digunakan oleh pilot untuk mengontrol setting seperti kecepatan dan ketinggian. Sementara, berdasarkan laporan dari Tom Costello dari NBC, SEC 3 adalah komputer yang mengontrol spoiler pesawat komputer elevator.

Pesan otomatis itu dikirim oleh Aircraft Communications Adressing and Reporting System (ACARS) milik Aibus A320.

Sekadar mengingatkan, penerbangan MS804 hilang dari radar saat melintasi laut Mediterania pada Kamis pagi dari Paris menuju Kairo. Pesawat tersebut membawa 66 orang: 55 penumpang (termasuk seorang anak dan dua bayi) serta tiga staf keamanan maskapai dan tujuh awak pesawat.

Pilot pesawat adalah Mahamed Saeed Ali Shouqair.

Sebelumnya, pengendali lalu lintas udara Yunani bisa berkomunikasi secara normal dengan pilot setelah pesawat meninggalkan kawasan udara Yunani. Namun, tak berapa lama kemudian, mereka mengalami kesulitan berkomunikasi.

Saat menghilang dari radar, pesawat berada di sekitar 10 mili dari kawasan udara Mesir dengan ketinggian 37.000 kaki.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×