Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah menerima kunjungan pejabat senior pertahanan dan intelijen dari Israel dan Arab Saudi untuk membahas Iran, di tengah pertimbangan Washington terkait kemungkinan serangan militer terhadap negara tersebut.
Laporan ini disampaikan Axios pada Kamis (29/1/2026), mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.
Baca Juga: Ethereum Jebol Support, Analis Prediksi Koreksi ke US$2.250 Pertengahan Februari 2026
Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Ketidakpastian terkait potensi aksi militer terhadap Iran terus membayangi kawasan, setelah Presiden Trump pekan lalu menyatakan bahwa sebuah “armada” tengah bergerak menuju Iran.
Meski demikian, Trump juga menegaskan harapannya agar kekuatan tersebut tidak perlu digunakan.
Menurut laporan Axios, delegasi Israel datang ke Washington untuk berbagi informasi intelijen terkait potensi target di dalam wilayah Iran.
Sementara itu, pejabat Arab Saudi disebut berupaya mencegah pecahnya perang regional yang lebih luas dengan mendorong solusi diplomatik atas meningkatnya ketegangan.
Baca Juga: Dorong Permintaan Domestik, China Merilis Rencana Kerja untuk Mengerek Konsumsi Jasa
Sebelumnya, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyampaikan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa Riyadh tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorialnya digunakan untuk aksi militer terhadap Teheran.
Pernyataan tersebut dilaporkan kantor berita pemerintah Arab Saudi, SPA, awal pekan ini.
Kunjungan pejabat Israel dan Saudi ke Washington terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul ancaman dan pernyataan keras dari berbagai pihak terkait program nuklir Iran dan stabilitas kawasan.













