kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Baht Thailand Anjlok Terdalam Selasa (28/4) Pagi, Rupiah Ikut Tergerus di Pasar Asia


Selasa, 28 April 2026 / 09:36 WIB
Baht Thailand Anjlok Terdalam Selasa (28/4) Pagi, Rupiah Ikut Tergerus di Pasar Asia
ILUSTRASI. Uang baht Thailand ( REUTERS/Thomas White)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang Asia cenderung melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Di antara mata uang kawasan, baht Thailand mencatatkan pelemahan terdalam.

Melansir Reuters berdasarkan data perdagangan pukul 02.05 GMT, baht Thailand melemah 0,34% ke level 32,43 per dolar AS.

Baca Juga: Yen Stabil Jelang Keputusan BOJ Selasa (28/4) Pagi, Pasar Waspadai Arah Suku Bunga

Pelemahan juga terjadi pada sejumlah mata uang lainnya, termasuk rupiah Indonesia yang turun 0,20% ke level Rp17.220 per dolar AS.

Yen Jepang turut melemah tipis 0,07% ke posisi 159,53 per dolar AS. Sementara itu, dolar Taiwan turun 0,10%, won Korea Selatan melemah 0,05%, peso Filipina terkoreksi 0,13%, dan yuan China turun 0,03%.

Di sisi lain, beberapa mata uang relatif stabil. Dolar Singapura hanya melemah tipis 0,02%, sementara ringgit Malaysia dan rupee India tercatat tidak mengalami perubahan signifikan pada perdagangan hari ini.

Secara year-to-date (ytd) atau sejak awal 2026, mayoritas mata uang Asia juga masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS.

Rupee India mencatat pelemahan terbesar yakni 4,59%, disusul peso Filipina 3,26%, rupiah 3,19%, dan baht Thailand 3,02%.

Baca Juga: Jepang Siaga 24 Jam Hadapi Gejolak Yen, Menkeu Siap Intervensi

Adapun won Korea Selatan telah melemah 2,36% sejak awal tahun, sementara yen Jepang turun 1,81%.

Sebaliknya, beberapa mata uang justru menguat, seperti ringgit Malaysia yang terapresiasi 2,68%, yuan China naik 2,32%, dan dolar Singapura menguat 0,86%.

Pergerakan ini mencerminkan masih kuatnya dolar AS di tengah ketidakpastian global, yang membuat tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk di kawasan Asia, masih berlanjut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×