Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang Asia cenderung melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Di antara mata uang kawasan, baht Thailand mencatatkan pelemahan terdalam.
Melansir Reuters berdasarkan data perdagangan pukul 02.05 GMT, baht Thailand melemah 0,34% ke level 32,43 per dolar AS.
Baca Juga: Yen Stabil Jelang Keputusan BOJ Selasa (28/4) Pagi, Pasar Waspadai Arah Suku Bunga
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah mata uang lainnya, termasuk rupiah Indonesia yang turun 0,20% ke level Rp17.220 per dolar AS.
Yen Jepang turut melemah tipis 0,07% ke posisi 159,53 per dolar AS. Sementara itu, dolar Taiwan turun 0,10%, won Korea Selatan melemah 0,05%, peso Filipina terkoreksi 0,13%, dan yuan China turun 0,03%.
Di sisi lain, beberapa mata uang relatif stabil. Dolar Singapura hanya melemah tipis 0,02%, sementara ringgit Malaysia dan rupee India tercatat tidak mengalami perubahan signifikan pada perdagangan hari ini.
Secara year-to-date (ytd) atau sejak awal 2026, mayoritas mata uang Asia juga masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS.
Rupee India mencatat pelemahan terbesar yakni 4,59%, disusul peso Filipina 3,26%, rupiah 3,19%, dan baht Thailand 3,02%.
Baca Juga: Jepang Siaga 24 Jam Hadapi Gejolak Yen, Menkeu Siap Intervensi
Adapun won Korea Selatan telah melemah 2,36% sejak awal tahun, sementara yen Jepang turun 1,81%.
Sebaliknya, beberapa mata uang justru menguat, seperti ringgit Malaysia yang terapresiasi 2,68%, yuan China naik 2,32%, dan dolar Singapura menguat 0,86%.
Pergerakan ini mencerminkan masih kuatnya dolar AS di tengah ketidakpastian global, yang membuat tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk di kawasan Asia, masih berlanjut.













