kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45994,16   -8,36   -0.83%
  • EMAS1.133.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Baidu Berkolaborasi dengan Lenovo untuk Menyuntikkan AI ke Smartphone di China


Minggu, 11 Februari 2024 / 04:15 WIB
Baidu Berkolaborasi dengan Lenovo untuk Menyuntikkan AI ke Smartphone di China
ILUSTRASI. FILE PHOTO - A Baidu sign is seen during the fourth World Internet Conference in Wuzhen, Zhejiang province, China, December 4, 2017. REUTERS/Aly Song/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD


Sumber: Reuters | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - HONG KONG, 9 Februari (Reuters) - Baidu China telah bermitra dengan Lenovo untuk menyematkan teknologi kecerdasan buatan (AI) generatifnya pada smartphone Lenovo, dalam kerjasama terbaru dengan produsen ponsel seiring upaya untuk mencari aplikasi praktis bagi model AI-nya.

Jurubicara dari Baidu yang berbasis di Beijing mengatakan kepada Reuters pekan ini bahwa kemitraan ini melibatkan penggunaan model bahasa besar (LLM) Ernie-nya dan mirip dengan kolaborasi dengan Samsung dan Honor yang diumumkan bulan lalu.

Lenovo menjual ponsel mereknya sendiri dan juga memiliki merek ponsel Motorola. Ernie sudah tertanam di browser dan aplikasi toko aplikasi komputer dan tablet pribadi Lenovo.

Lenovo tidak memberikan tanggapan terhadap permintaan komentar.

Baca Juga: Baidu Partners with Lenovo in Third China AI Smartphone Deal

Penjualan smartphone yang menawarkan fitur AI generatif untuk layanan seperti chatbot dan terjemahan real-time telah menjadi tren global baru setelah teknologi tersebut populer pada akhir 2022 dengan peluncuran ChatGPT.

Google dipandang sebagai pemimpin dalam smartphone AI dengan ponsel Pixel dan AI berbasis awan yang tangguh sementara Apple dilaporkan bekerja untuk membawa model AI generatif ke iPhone.

Perusahaan riset Canalys memperkirakan bahwa 5% dari total ponsel pintar yang dikirim secara global pada tahun 2024, atau 60 juta perangkat, akan menjadi ponsel pintar AI-capable.

Namun, layanan AI yang didukung oleh perusahaan-perusahaan AS seperti pembuat ChatGPT OpenAI dan Google tidak tersedia di China, meninggalkan pasar tersebut kepada perusahaan-perusahaan China. Pasar China kini memiliki lebih dari 200 model AI yang ditawarkan, termasuk dari pesaing utama Baidu, Alibaba, dan Tencent.

Baca Juga: Kolaborasi PT Indonesia Eco Capital &China Carbon Neutral Development Group Ltd

CEO Baidu Robin Li mengatakan pada bulan November lalu bahwa perusahaan sekarang perlu fokus pada pengembangan aplikasi praktis. Merek ponsel teratas China termasuk Vivo, Xiaomi, dan Huawei juga sedang mengerjakan model AI di perangkat mereka sendiri tetapi belum mengungkapkan rincian.

Kolaborasi smartphone seperti ini tidak hanya dapat membantu Baidu di arena ini, tetapi memiliki fitur AI-nya secara dalam terintegrasi dengan smartphone juga dapat memberikan eksposur kepada perusahaan atas sejumlah besar data yang dapat membantu LLM Baidu mengejar pesaing perusahaan AI di AS.

"Mengadaptasi LLM pada smartphone adalah saat yang tepat untuk mempromosikan fitur AI-powered, meskipun mereka mungkin terbatas saat ini. Pada akhirnya, mereka mungkin menjadi 'harus dimiliki'," kata Ivan Lam, seorang analis di perusahaan riset Counterpoint.




TERBARU

[X]
×