kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Berpotensi jatuh di daerah berpenghuni, AS lacak roket China yang tidak terkendali


Kamis, 06 Mei 2021 / 12:57 WIB
Berpotensi jatuh di daerah berpenghuni, AS lacak roket China yang tidak terkendali
ILUSTRASI. Roket Long March-5 Y5, membawa satelit Chang'e 5, lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Wenchang, Provinsi Hainan, China, Selasa (24/11/2020). REUTERS/Tingshu Wang.


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

Kirby menyebutkan, "terlalu dini" untuk mengetahui apakah tindakan apa pun, seperti menghancurkan puing-puing ruang angkasa, bisa diambil jika wilayah berpenghuni terancam.

"Kami sedang melacaknya. Kami mengikutinya sedekat mungkin," ungkap dia. "Saat ini, masih terlalu dini untuk mengetahui ke mana tujuannya atau apa, jika ada, yang dapat dilakukan untuk mengatasinya".

Ini bukan pertama kalinya China kehilangan kendali atas pesawat luar angkasa saat kembali ke Bumi. 

Laboratorium luar angkasa Tiangong-1 hancur saat masuk kembali ke atmosfer pada 2018, dua tahun setelah berhenti berfungsi, meskipun pihak berwenang China menyangkal telah kehilangan kendali atas wahana tersebut.

Selanjutnya: Misi Tianwen-1 China memasuki orbit Mars, berencana mendarat pada Mei




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×