kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Bisnis gim smartphone, juru selamat Kasahara (4)


Sabtu, 02 Februari 2019 / 09:25 WIB


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tri Adi

Mixi menghabiskan sekitar US$ 5 juta untuk iklan televisi, promosi dan pemasaran secara agresif yang luar biasa untuk permainan di telepon pintar ini. Seperti banyak gim seluler lain, Monster Strike bebas untuk didapatkan dan dimainkan. .Tetapi pengguna harus menghabiskan uang untuk karakter khusus dan memperpanjang hidup mereka ketika mereka terlalu lama dalam pertempuran atau telah terbunuh.

Dalam dua bulan terakhir, Mixi telah merilis versi aplikasi Monster Strike untuk Korea Selatan, China, dan Amerika Serikat, di mana ia menempati peringkat ke-13 sebagai pemainan yang paling banyak diunduh di iPhone. Mixi tidak mau repot-repot mengikat Monster Strike dengan jejaring sosialnya sendiri, Mixi yang kini bisnsinya mulai memudar.

Pengguna dapat bermain sendiri, dengan teman-teman terdekat melalui koneksi bluetooth atau dari jarak jauh dengan kontak Line mereka. Beberapa orang menghabiskan uang US$ 160 hingga US$ 250 setahun untuk membeli karakter-jumlah yang dapat dengan cepat tumbuh untuk beberapa pemain..

New York Times, Desember 2014, menyebutkan, pengembangan bisnis permainan tersebut dinilai paling sukses, seperti yang terjadi ketika Myspace menciptakan permainan puzzle video bernama Angry Birds.

Perputaran bisnis Mixi menggambarkan bagaimana penantang yang tidak berpengalaman ini telah mendominasi bisnis gim mobile yang relatif baru. Sementara pengembang game yang telah mapan masih terus berjuang untuk bisa dikenal.

Dari sekian bisnisnya, gim Monster Strike yang diluncurkan pada 2013 ternyata laku di pasaran. Pendapatan perusahaan mayoritas berasal dari Monster Strike mencapai US$ 161 juta pada kuartal terakhir, atau sekitar 90% dari total pendapatan Mixi. Padahal, awalnya bisnis gim ini adalah upaya nekat dari Kasahara untuk sekadar bertahan.

Kesuksesan itu mengantarkan Kasahara masuk ke daftar 50 terkaya Jepang. Forbes mengganjarnya predikat, sebagai orang terkaya ke-37 di Jepang pada tahun 2019. Ia menggenggam total kekayaan sebesar US$ 1 miliar.

(Selesai)




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×