kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.929   19,00   0,11%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Bos Nestlé Minta Maaf: Racun Cereulide Ancam Reputasi Formula Bayi


Jumat, 16 Januari 2026 / 07:10 WIB
Bos Nestlé Minta Maaf: Racun Cereulide Ancam Reputasi Formula Bayi
ILUSTRASI. CEO Nestlé meminta maaf setelah penarikan produk susu formula di 53 negara. Produk terkontaminasi cereulide, racun penyebab mual. (REUTERS/Pierre Albouy)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Nestlé meningkatkan langkah-langkah untuk membatasi dampak negatif setelah menarik sejumlah produk susu formula bayi di puluhan negara. CEO Nestlé pun menyampaikan permintaan maaf melalui video terkait penarikan produk tersebut.

Reuters melaporkan, penarikan ini berpotensi mengancam posisi kuat Nestlé di China dan pasar besar lainnya untuk susu formula bayi. Situasi ini membuat CEO Nestlé, Philipp Navratil, harus langsung masuk ke mode penanganan krisis, hanya beberapa bulan setelah ia ditunjuk untuk membenahi perusahaan multinasional tersebut yang sebelumnya dilanda gejolak manajemen.

Setidaknya 53 negara di Eropa, Amerika, Asia, dan Afrika telah mengeluarkan peringatan kesehatan terkait produk susu formula Nestlé yang ditarik, karena adanya kemungkinan kontaminasi cereulide, racun yang dapat menyebabkan mual dan muntah.

Saham Nestlé, yang telah turun sekitar 4% sejak penarikan produk dimulai pada Januari, tercatat naik 0,6% pada perdagangan Rabu.

CEO Minta Maaf atas “Kekhawatiran dan Gangguan”

Navratil, yang tengah berupaya menghidupkan kembali pertumbuhan perusahaan melalui peninjauan portofolio bisnis, menyampaikan permintaan maaf atas “kekhawatiran dan gangguan” yang dialami para orang tua, pengasuh, dan konsumen akibat penarikan produk tersebut.

Dalam video yang dirilis pada Selasa malam, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus penyakit yang dikonfirmasi terkait produk susu formula SMA, BEBA, NAN, dan Alfamino yang ditarik. Produk-produk tersebut diduga terkontaminasi akibat masalah kualitas pada salah satu bahan, yakni minyak asam arakidonat (arachidonic acid oil/ARA), yang berasal dari pemasok utama.

Baca Juga: Trump Bertemu Pempimpin Oposisi Venezuela Machado

Navratil menjelaskan bahwa Nestlé menemukan masalah kualitas di salah satu pabriknya di Belanda pada Desember lalu, sehingga perusahaan memutuskan melakukan penarikan produk secara preventif di sejumlah negara Eropa.

“Kami telah menghentikan sementara penggunaan minyak ARA dari pemasok terkait,” ujar juru bicara Nestlé, tanpa menyebutkan nama pemasok tersebut. “Produksi sudah kami mulai kembali dengan menggunakan minyak yang aman dari pemasok lain.”

Produsen ARA yang tercatat di bursa Amsterdam, dsm-firmenich, menyatakan tidak ada produk mereka yang terdampak oleh penarikan Nestlé. Sementara itu, perusahaan China Cabio Biotech, yang sahamnya sempat anjlok hampir 12% pada 8 Januari, tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Dalam laporan tahunan 2024, Cabio sebelumnya menyebutkan tengah mengembangkan kerja sama dengan klien besar seperti Nestlé serta menargetkan ekspansi internasional.

Baca Juga: AS Untung Besar: Jual Minyak Venezuela 30% Lebih Mahal dari Maduro

Analis: Penarikan Produk Bisa “Cukup Merugikan” di China

Menunjukkan betapa terhubungnya rantai pasok global Nestlé, penarikan produk ini dengan cepat meluas dari Eropa ke negara-negara besar seperti Brasil, China, dan Afrika Selatan.

Nestlé merupakan salah satu pemain terbesar di pasar susu formula bayi China, yang nilainya diperkirakan mencapai sekitar 185 miliar yuan (sekitar US$ 26,5 miliar) pada 2025, menurut konsultan Daxue Consulting.

Pekan lalu, Badan Administrasi Regulasi Pasar China mendesak Nestlé untuk “memenuhi tanggung jawab korporasi”, menarik produk terkait, dan melindungi konsumen.

Tonton: China–India Tekan Penggunaan Batubara, APBI Dorong Industri Tambang Beradaptasi

Analis Barclays mencatat adanya tekanan dari otoritas China dan menilai masalah ini bisa “cukup merugikan” bagi Nestlé, terutama di China. Pasalnya, para ibu di negara tersebut sangat sensitif terhadap isu keamanan susu formula, mengingat pernah terjadi sejumlah kasus kontaminasi susu yang melibatkan berbagai produsen di masa lalu.

Selanjutnya: Trump Bertemu Pempimpin Oposisi Venezuela Machado

Menarik Dibaca: Kamera 200MP Redmi Note 14 Pro+ Hasilkan Efek Bokeh Alami Sekelas Flagship




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×