kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Bukan serangan Israel tapi virus corona membuat Gaza lockdown


Selasa, 25 Agustus 2020 / 17:00 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang ke pantai menyusul pelonggaran pembatasan penyakit virus corona (COVID-19) di Kota Gaza, 3 Juli 2020.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Dengan bisnis, sekolah, dan masjid tutup pada Senin (24/8) malam selama setidaknya 48 jam, Reuters melaporkan, jalan-jalan di Gaza sebagian besar sepi. Mobil polisi menggunakan pengeras suara mendesak warga Gaza agar mematuhi penguncian.

Tetapi, beberapa orang menyerbu toko bahan makanan dan roti, yang jumlahnya terbatas dan tetap boleh buka, untuk menyimpan kebutuhan pokok selama penguncian.

Krisis kesehatan terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di sepanjang perbatasan Israel-Gaza. Hamas telah meluncurkan serangan roket sporadis dan balon pembawa bom api yang telah membakar ladang di Israel Selatan.

Baca Juga: Infeksi dekati 24 juta, ini 10 negara dengan kasus corona tertinggi

Israel menanggapinya dengan serangan udara terhadap posisi Hamas.

"Tidak ada perang yang pernah memaksa orang-orang menerapkan jam malam yang ketat, (tetapi) virus yang lemah telah mengurung dua juta orang di Jalur Gaza," kata Freih Abu Middain, mantan Menteri Kehakiman Palestina yang tinggal di Gaza, lewat media sosial. 

"Semua (jet tempur) F-16, rudal, dan tank (Israel) tidak bisa melakukan itu,” sebut dia.




TERBARU

[X]
×