kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.876   30,00   0,18%
  • IDX 8.960   22,95   0,26%
  • KOMPAS100 1.235   6,28   0,51%
  • LQ45 872   3,56   0,41%
  • ISSI 326   1,92   0,59%
  • IDX30 442   2,43   0,55%
  • IDXHIDIV20 520   3,27   0,63%
  • IDX80 137   0,75   0,55%
  • IDXV30 145   0,95   0,66%
  • IDXQ30 142   1,07   0,76%

Bukan vaksin, ilmuwan China ini menemukan antibodi efektif untuk mengobati corona


Kamis, 02 April 2020 / 07:20 WIB
Bukan vaksin, ilmuwan China ini menemukan antibodi efektif untuk mengobati corona
ILUSTRASI. Riset vaksin antivirus corona. REUTERS/Bing Guan


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Tim ilmuwan China telah mengisolasi beberapa antibodi yang dikatakan sangat efektif dalam memblokir kemampuan virus corona baru untuk memasuki sel. Hal ini diyakini pada akhirnya dapat membantu mengobati atau mencegah COVID-19.

Melansir Reuters, hingga saat ini, tidak ada pengobatan yang terbukti efektif untuk penyakit yang berasal dari China dan menyebar ke seluruh dunia ini. Pandemi ini telah menginfeksi lebih dari 850.000 orang dan menewaskan 42.000 orang.

Zhang Linqi dari Universitas Tsinghua di Beijing mengatakan, obat yang dibuat dengan antibodi seperti yang ditemukan timnya dapat digunakan lebih efektif daripada pendekatan saat ini, termasuk apa yang disebutnya pengobatan "garis batas" seperti plasma.

Baca Juga: J&J siap produksi vaksin corona untuk penggunaan darurat pada awal 2021

Plasma mengandung antibodi tetapi dibatasi oleh golongan darah.

Pada awal Januari, tim Zhang dan sebuah kelompok di  3rd People’s Hospital di Shenzhen mulai menganalisis antibodi dari darah yang diambil dari pasien COVID-19 yang pulih, mengisolasi 206 antibodi monoklonal yang menunjukkan apa yang ia gambarkan sebagai kemampuan "kuat" untuk mengikat dengan virus  protein.

Mereka kemudian melakukan tes lain untuk melihat apakah mereka benar-benar dapat mencegah virus memasuki sel, katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara.

"Di antara 20 atau lebih antibodi pertama yang diuji, empat di antaranya mampu menghalangi masuknya virus dan dua di antaranya sangat bagus dalam melakukan hal itu," kata Zhang.

Baca Juga: Berlomba-lomba menciptakan vaksin corona, negara mana yang memimpin?

Tim ini sekarang fokus pada identifikasi antibodi paling kuat dan mungkin menggabungkannya untuk mengurangi risiko mutasi virus corona baru.

Jika semuanya berjalan dengan baik, pengembang yang tertarik dapat memproduksinya secara massal untuk pengujian, pertama pada hewan dan akhirnya pada manusia.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×