kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

BUMN China berburu saham perdana Saudi Aramco


Kamis, 07 November 2019 / 17:48 WIB

BUMN China berburu saham perdana Saudi Aramco
ILUSTRASI. Sejumlah BUMN China berencana berinvestasi pada IPO Saudi Aramco hingga US$ 10 miliar. REUTERS/Hamad I Mohammed TPX IMAGES OF THE DAY

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China tengah melakukan pembicaraan untuk investasi gabungan sekitar US$ 5 miliar-US$ 10 miliar dalam rencana penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) Saudi Aramco.

Sumber Bloomberg yang mengetahui rencana tersebut mengatakan, The Beijing-based Silk Road Fund merupakan salah satu yang ikut dalam pembicaraan investasi tersebut. Beberapa perusahaan China atau perusahaan BUMN lain juga masih dapat bergabung dalam rencana investasi itu.

Baca Juga: Kini, turis asing di China bisa menggunakan platform Alipay dan WeChat

Presiden China Xi Jinping telah berupaya untuk meningkatkan pengaruh politik China dan menghidupkan kembali rute perdagangan kuno di bawah inisiatif "One Belt, One Road". Investasi di Aramco akan memperkuat hubungan dengan Arab Saudi dan juga memberi jalan kepada Cina untuk mengambil untung dari kenaikan harga minyak.

Sumber menambahkan, produsen minyak pelat merah China yakni Sinopec Group dan perusahaan investasi BUMN China Investment Corp juga telah mengadakan pembicaraan dalam beberapa bulan terakhir tentang investasi dalam IPO Aramco.

Rencana investasi itu masih dalam penjajakan dan belum menghasilkan satu komitmen. Jumlah investor serta porsi masing-masing perusahaan yang berinvestasi di IPO Aramco akan tergantung pada pemerintah Cina.Silk Road Fund didirikan pada 2014 dengan modal awal US$ 40 miliar dan kemudian bertambah lagi sebesar 100 miliar yuan atau US$ 14 miliar.

Komitmen besar dari China membantu Aramco sukses mencatatkan penjualan saham perdana setelah sejumlah manajer investasi Barat mendorong kembali nilai valuasi perusahaan minyak tersebut. Pangeran Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman telah lama menegaskan bahwa valuasi Aramco mencapai $ 2 triliun, meskipun dia siap untuk mengurangi harapannya menjadi antara US$ 1,6 triliun dan US$ 1,8 triliun,

Aramco menolak berkomentar ketika Bloomberg meminta konfirmasi. Sementara Perwakilan Silk Road Fund dan CIC tidak menjawab permintaan komentar yang dilayangkan. Pun dengan Komisi Pengawasan Aset dan Administrasi milik negara dan kementerian keuangan tidak menanggapi pertanyaan melalui faks.

Baca Juga: Trading minyak Mitsubishi rugi Rp 4,41 triliun, gara-gara satu trader

Kepala perusahaan investasi pelat merah Rusia pekan lalu menilai bahwa IPO Aramco merupakan peluang yang unik. "Investor Rusia tertarik untuk berpartisipasi dalam kesepakatan itu," kata Chief Executive Officer Kirill Dmitriev dalam wawancara televisi Bloomberg di Riyadh.

Patner dari perusahaan investasi itu yakni Russian Direct Investment Fund (RDIF) itu sedang mempertimbangkan untuk mengambil bagian dalam kesepakatan itu. Hal itu disampaikan oleh perwakilan untuk RDIF. Namun dia menegaskan belum ada keputusan akhir yang dibuat dan jumlah investasi belum ditetapkan.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Tendi

Video Pilihan


Close [X]
×