Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia dibuka melemah pada perdagangan Jumat (7/8/2026) dan berpotensi mengakhiri reli selama lima hari berturut-turut.
Meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah membebani sentimen investor, sementara pasar juga bersiap menghadapi musim rilis laporan keuangan emiten.
Mengutip Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,3% ke level 9.241,30 pada pukul 00.11 GMT.
Baca Juga: Emas Spot Stabil Jumat (7/8), Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak 2026
Meski demikian, indeks tersebut masih berada di jalur mencatat kenaikan sekitar 2,8% sepanjang pekan ini.
Sentimen negatif muncul setelah harga minyak melonjak lebih dari US$ 3 per barel pada Kamis (6/8), disertai kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury).
Pergerakan itu dipicu laporan bahwa komite parlemen Iran sedang mengkaji rancangan undang-undang yang akan melarang kapal Amerika Serikat, Israel, dan kapal lain yang dianggap bermusuhan melintasi Selat Hormuz.
Meningkatnya ketegangan tersebut mengancam reli pasar saham Australia yang sebelumnya didorong optimisme atas potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat di Australia, serta relatif terbatasnya dampak gejolak saham berbasis kecerdasan buatan (AI) terhadap pasar domestik.
Sepanjang pekan ini, indeks S&P/ASX 200 bahkan sempat mencetak rekor penutupan tertinggi sebanyak dua kali.
Baca Juga: Taiwan Latihan Pertahankan Jembatan Strategis, Antisipasi Potensi Serangan China
Secara sektoral, saham-saham keuangan turun 0,9% dan berpotensi mencatat kinerja harian terburuk sejak 1 Juli.
Empat bank terbesar Australia masing-masing melemah antara 0,9% hingga 1,4%, dengan Commonwealth Bank of Australia memimpin penurunan. Meski begitu, sektor keuangan masih mencatat kenaikan lebih dari 1% secara mingguan.
Sektor kesehatan juga turun 1,2%, sementara saham barang konsumsi primer dan nonprimer masing-masing melemah lebih dari 0,5%.
Di sisi lain, sektor material menguat 0,3%. Kenaikan ditopang oleh saham produsen bahan bangunan James Hardie yang sempat melonjak hingga 5,4%, mencapai level tertinggi dalam hampir satu tahun.
Perusahaan tersebut melaporkan laba bersih disesuaikan kuartal I yang melonjak 54% serta menaikkan proyeksi laba untuk setahun penuh.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Jumat (7/8) Pagi, Brent ke US$ 83,48 & WTI ke US$ 78,84
Saham produsen mineral kritis PLS naik 5,4%, sedangkan Mineral Resources menguat 1,6%.
Sektor material diperkirakan membukukan kenaikan lebih dari 6% sepanjang pekan ini, yang akan menjadi kinerja mingguan terbaik sejak awal April.
Sementara itu, sektor energi naik 0,9% seiring kenaikan harga minyak dunia.
Di kawasan Pasifik, indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru turun 0,6% menjadi 13.879,59.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
