Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang kembali bergerak tanpa arah yang jelas pada perdagangan Kamis (28/5/2026), setelah reli tajam sebelumnya memicu kekhawatiran investor terhadap tingginya valuasi saham teknologi dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Melansir Reuters, Indeks acuan Nikkei 225 turun tipis 0,11% menjadi 64.928,28 pada awal perdagangan.
Sehari sebelumnya, indeks sempat melonjak hingga 2,2% dan mencetak rekor intraday di level 66.428,81 sebelum akhirnya ditutup stagnan.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun ke US$ 4.419 Kamis (28/5) di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas melemah 0,22% ke posisi 3.909,21.
Sentimen pasar juga dipengaruhi pelemahan saham teknologi di Wall Street pada perdagangan semalam.
Meski indeks Dow Jones berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi berkat penguatan saham sektor kesehatan dan konsumer, sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor justru mengalami aksi ambil untung.
Kondisi tersebut turut menekan saham-saham teknologi Jepang pada perdagangan Kamis.
Baca Juga: Bursa Australia Terkoreksi Setelah Reli Lima Hari Kamis (28/5), Saham Bank Tertekan
Di sisi lain, laporan mengenai serangan baru Amerika Serikat terhadap Iran juga mengurangi optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan.
Strategis ekuitas Nomura Securities Wataru Akiyama mengatakan, pelemahan saham semikonduktor di AS membuat pasar Jepang sulit melanjutkan reli tanpa adanya sentimen baru.
“Karena reli berlangsung sangat cepat, pasar mulai berhati-hati terhadap perdagangan di level tinggi saat ini. Kami memperkirakan tren pelemahan masih akan berlanjut,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2026, indeks Nikkei masih mencatat kenaikan sekitar 29%.
Dari seluruh saham anggota Nikkei, terdapat 103 saham yang menguat dan 120 saham yang melemah.
Baca Juga: Dolar AS Bertahan Dekat Level Tertinggi Sepekan Kamis (28/5), Ini Pemicunya
Saham dengan kenaikan terbesar adalah Taiyo Yuden yang melonjak 17,1%, disusul Murata Manufacturing yang naik 8,9%.
Sementara itu, saham Fuji Electric menjadi penekan terbesar setelah turun 7,1%, diikuti Furukawa Electric yang melemah 5,3%.













