Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia dibuka melemah pada awal pekan, Senin (19/1/20026), setelah mencatat reli selama lima sesi berturut-turut.
Tekanan utama datang dari saham sektor keuangan, sementara perhatian investor beralih ke rilis data ketenagakerjaan bulanan serta laporan kinerja produksi emiten tambang besar yang akan dirilis pekan ini.
Indeks S&P/ASX 200 turun 0,3% ke level 8.877,4 hingga pukul 07.17 WIB. Meski terkoreksi, indeks acuan ini sebelumnya mencatat kenaikan 2,1% sepanjang pekan lalu, yang menjadi performa mingguan terkuat sejak akhir November.
Baca Juga: Dolar Tertekan Senin (19/1), Usai Trump Tingkatkan Ancaman Tarif soal Greenland
Pelemahan pasar juga dipicu sentimen global, seiring turunnya kontrak berjangka saham Amerika Serikat.
Tekanan muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap delapan negara Eropa hingga Amerika Serikat diizinkan membeli Greenland, yang kembali memicu ketegangan geopolitik.
Di dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data ketenagakerjaan Australia untuk Desember yang dijadwalkan pada Kamis (22/1/2026).
Data ini akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA).
Baca Juga: Dua Kereta Cepat Anjlok di Spanyol, Tabrakan Tewaskan Sedikitnya 21 Orang
Saat ini, pasar memperkirakan peluang sekitar 25% bagi RBA untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,85% pada pertemuan 3 Februari mendatang.
Sektor keuangan menjadi penekan utama indeks dengan pelemahan 0,6%. Saham empat bank besar Australia tercatat turun di kisaran 0,6% hingga 0,8%, setelah sektor ini mencatatkan kenaikan harian terbaiknya dalam lebih dari tiga pekan pada Jumat lalu.
Sejumlah data ekonomi yang solid belakangan ini mengindikasikan suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama.
Kondisi ini umumnya menguntungkan bagi sektor perbankan, namun di sisi lain berpotensi menekan pertumbuhan kredit dan meningkatkan risiko kualitas pinjaman.
Sementara itu, saham teknologi turun 1,3%, diikuti sektor kesehatan yang melemah 0,4% dan saham konsumer diskresioner yang turun 0,3%.
Di tengah pelemahan pasar, saham emas justru menguat hampir 2%, seiring kenaikan harga emas dunia.
Baca Juga: Pilpres Portugal: Sosialis Moderat dan Kandidat Kanan Jauh Melaju ke Putaran Kedua
Emiten tambang emas besar seperti Evolution Mining dan Northern Star Resources masing-masing melonjak lebih dari 2%.
Kinerja saham emas tersebut membantu indeks sektor tambang secara keseluruhan naik tipis 0,1%. Sektor ini sebelumnya mencatat kenaikan mingguan terkuat dalam tujuh pekan, didorong oleh reli harga tembaga dan emas yang mencetak rekor.
Saham Rio Tinto naik tipis 0,1%, sementara BHP turun 0,1%, menjelang rilis laporan produksi kuartalan kedua perusahaan tersebut pada pekan ini.
Di kawasan Pasifik, indeks acuan Selandia Baru S&P/NZX 50 juga melemah 0,7% atau 101,09 poin ke level 13.617,01.











![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
