Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Mayoritas pasar saham di kawasan Teluk bergerak melemah pada awal perdagangan Senin (5/1/2026), seiring turunnya harga minyak dunia.
Investor menimbang kekhawatiran kelebihan pasokan global di tengah meningkatnya risiko geopolitik.
Melansir Reuters, harga minyak Brent turun 52 sen atau 0,8% ke level US$60,23 per barel pada pukul 08.01 GMT.
Baca Juga: Melesat, Ekonomi Vietnam Tumbuh 8,02% di 2025
Pasokan global yang dinilai masih memadai menekan harga, meski pasar sempat mencermati potensi gangguan pasokan setelah Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi mendadak akhir pekan lalu.
Di Arab Saudi, indeks acuan turun 0,2%, melanjutkan pelemahan 1,8% pada sesi sebelumnya. Saham raksasa migas Saudi Aramco terkoreksi 0,6%.
Sementara itu, sektor swasta nonmigas Arab Saudi masih berada di zona ekspansi pada Desember, meski lajunya melambat ke level terendah dalam empat bulan terakhir.
Pertumbuhan pesanan baru juga mengalami perlambatan, berdasarkan survei yang dirilis Senin.
Indeks saham utama Dubai turun 0,6%. Saham pengembang properti unggulan Emaar Properties melemah 1,4%, sedangkan operator jalan tol Salik Co turun 1,7%.
Baca Juga: Bursa Eropa Menguat, Saham Pertahanan Melonjak Usai Ketegangan Venezuela
Di Abu Dhabi, indeks pasar tercatat turun 0,6%.
Berbeda dengan kawasan lain, Qatar justru mencatatkan penguatan. Indeks saham Qatar naik 0,8%, dengan saham bank terbesar di kawasan Teluk, Qatar National Bank (QNB), menguat 1%.
Selain pergerakan pasar, Mesir dan Qatar menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan kerja sama penjualan dan impor LNG.
Kesepakatan tersebut mencakup pasokan LNG Qatar ke pelabuhan Ain Sokhna dan Damietta, menurut pernyataan Kementerian Perminyakan Mesir pada Minggu.













