kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Cadangan Emas Terbesar di Dunia Tersimpan di Inti Bumi, Bagaimana Cara Mengambilnya?


Senin, 09 Juni 2025 / 22:40 WIB
Diperbarui Rabu, 11 Juni 2025 / 12:09 WIB
ILUSTRASI. BATANG Emas ditampilkan di Pabrik Pemisah Emas dan Perak 'Oegussa' di Wina, Austria, 18 Maret 2016.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

Para ilmuwan menemukan bukti ini dengan meneliti rasio isotop rutenium dan tungsten pada batuan vulkanik dari Hawaii, Pulau Baffin, Galápagos, dan La Réunion. Mereka menemukan kelainan isotop rutenium yang mengindikasikan bahwa batuan tersebut berasal dari batas antara inti dan mantel Bumi.

Proses ini terjadi karena adanya arus konveksi yang membawa unsur dari inti ke mantel, kemudian ke kerak bumi melalui aktivitas vulkanik. Artinya, emas dari dalam Bumi memang perlahan-lahan naik ke permukaan, meskipun prosesnya memakan waktu ratusan juta tahun.

Bagi yang tidak sabar menunggu, ada opsi lain: pergi ke asteroid. Beberapa asteroid, seperti 16 Psyche, merupakan sisa pembentukan tata surya dan sangat kaya logam. 

Baca Juga: Penjelasan Chat Audio Grup WhatsApp dan Bagaimana Cara Menggunakan Fitur Tersebut

Jika asteroid ini benar-benar mengandung logam mulia seperti emas, nilainya bisa mencapai US$ 10.000 kuadriliun, menjadikannya incaran potensial dalam eksplorasi luar angkasa.

Jadi, meskipun emas di inti Bumi belum bisa kita sentuh, setidaknya kita tahu: kekayaan terbesar planet ini ada tepat di bawah kaki kita, menunggu waktu yang sangat, sangat lama untuk muncul ke permukaan.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×