kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.861   3,00   0,02%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

China Bakal Balas Negara-Negara yang Dukung Amerika


Selasa, 22 April 2025 / 09:07 WIB
ILUSTRASI. Beijing telah memperingatkan, pihaknya akan melakukan tindakan pembalasan terhadap negara-negara yang mencapai kesepakatan perdagangan dengan Amerika. REUTERS/Tingshu Wang


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Beijing telah memperingatkan, pihaknya akan melakukan tindakan pembalasan terhadap negara-negara yang mencapai kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat dengan mengorbankan kepentingan Tiongkok. 

Seperti yang diketahui, negara-negara lain di dunia ikut terseret ke dalam perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Mengutip Euronews, dalam tanggapan terbarunya terhadap tarif AS yang meningkat tajam, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Beijing menghormati upaya semua pihak untuk menyelesaikan sengketa perdagangan mereka dengan AS melalui konsultasi yang setara.

Namun, Tiongkok tidak akan menerima kesepakatan perdagangan yang dipimpin AS yang merugikan kepentingannya dan akan menanggapi dengan tegas dan timbal balik dengan tindakan balasan untuk melindungi hak dan kepentingannya.

Dalam pernyataan tersebut, Tiongkok menggambarkan tarif AS sebagai "intimidasi sepihak" dalam perdagangan internasional.

China juga menambahkan bahwa jika perdagangan internasional kembali ke hukum rimba di mana yang kuat memangsa yang lemah, semua negara akan menjadi korban. 

Minggu lalu, pemerintahan Trump dilaporkan berencana untuk menekan mitra dagang AS agar membatasi kesepakatan dengan Tiongkok dalam negosiasi tarif yang sedang berlangsung. 

Baca Juga: Perang Dagang Sengit, Restoran China Setop Hidangkan Daging Sapi AS

Negara-negara yang memiliki hubungan dagang dekat dengan Tiongkok mungkin menghadapi apa yang disebut tarif sekunder. 

Sementara itu, Presiden Tiongkok Xi Jinping pada minggu lalu mengunjungi mitra dagang utama di Asia Tenggara, termasuk Vietnam, Malaysia, dan Kamboja, dalam perjalanan luar negeri pertamanya tahun ini. 

"Kunjungan tersebut menandakan dorongan baru Tiongkok untuk memperkuat stabilitas dan kemakmuran regional, dan dukungannya yang kuat untuk integrasi ekonomi regional karena proteksionisme global dan unilateralisme terus meningkat," kantor berita pemerintah Xinhua melaporkan. 

Baca Juga: Lima Cara China Menjerat Amerika, Paman Sam Terpojok!




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×