China Berencana Terbitkan Treasury Bonds Senilai 2,5 Triliun Yuan

Kamis, 29 September 2022 | 11:11 WIB Sumber: Reuters
China Berencana Terbitkan Treasury Bonds Senilai 2,5 Triliun Yuan

ILUSTRASI. China bakal terbitkan treasury bonds senilai 2,5 triliun yuan


KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Kementerian Keuangan China berencana menerbitkan treasury bonds dengan nilai sekitar 2,5 triliun yuan atau setara US$ 347,4 miliar. Berdasarkan dua sumber Reuters yang mengetahui rencana itu, obligasi pemerintah China tersebut akan keluar pada kuartal IV-2022.

Penerbitan treasury bonds digunakan untuk membantu menopang ekonomi China yang melambat. Para pembuat kebijakan di China sedang bersiap untuk meningkatkan ekonomi yang tertatih-tatih oleh pembatasan ketat akibat COVID-19 dan krisis properti setelah nyaris lolos dari kontraksi pada kuartal II-2022.

Rencana penerbitan obligasi negara itu dibuat dalam rapat kementerian pada hari Rabu, menurut sumber Reuters.

Kementerian juga mendesak pemerintah daerah untuk menyelesaikan penerbitan obligasi khusus dengan nilai sekitar 500 miliar yuan pada akhir Oktober, di bawah kuota sisa dari tahun-tahun sebelumnya, kata sumber tersebut.

Kementerian keuangan tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters..

Baca Juga: Wapres AS Kamala Harris Tiba di Korea Selatan Menyusul Uji Coba Rudal Korea Utara

Rencana penerbitan obligasi China diperkirakan melonjak 21% dari penerbitan obligasi pemerintah di kuartal IV-2021 yang hanya 2,06 triliun yuan.

Di tengah pemulihan konsumsi yang lemah dan pertumbuhan ekspor yang melemah, pihak berwenang menggandakan dorongan infrastruktur, membersihkan buku pedoman lama dengan menerbitkan utang untuk mendanai proyek pekerjaan umum besar untuk menghidupkan kembali perekonomian.

Sementara itu, penerbitan obligasi khusus dengan nilai total 3,45 triliun yuan yang dilakukan pemerintah daerah untuk infrastruktur telah selesai pada akhir Juni.

Perekonomian China secara umum pulih dan stabil pada kuartal ketiga. Negeri Tirai Bambu itu pun berniat melanjutkan program ekonominya pada kuartal IV, dikutip dari media pemerintah berdasarkan pernyataan Perdana Menteri Li Keqiang pada hari Rabu.

Tetapi dengan sedikit tanda bahwa China akan segera melonggarkan kebijakan nol-COVID secara signifikan, banyak analis memperkirakan ekonomi akan tumbuh hanya 3% tahun ini, yang akan menjadi yang paling lambat sejak 1976, tidak termasuk ekspansi 2,2% selama serangan awal COVID pada tahun 2020.

 

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru