kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.841   -59,00   -0,33%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

China Kerahkan Patroli di Dekat Taiwan, Ketegangan dengan Jepang-Filipina Naik


Senin, 01 Juni 2026 / 10:57 WIB
China Kerahkan Patroli di Dekat Taiwan, Ketegangan dengan Jepang-Filipina Naik
ILUSTRASI. CHINA-ECONOMY-TRADE (AFP/CN-STR)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Penjaga Pantai China (China Coast Guard) pada Senin (1/6/2026) mengumumkan telah melakukan patroli penegakan hukum di perairan timur Taiwan. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas rencana Jepang dan Filipina untuk memulai perundingan penetapan batas maritim yang disebut China tumpang tindih dengan klaim wilayahnya.

Beijing menilai rencana negosiasi antara Jepang dan Filipina terkait batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan landas kontinen di wilayah tersebut tidak sah karena mencakup area yang juga diklaim China, termasuk perairan di sebelah timur Taiwan.

Dalam pernyataannya, China Coast Guard menyebut pengerahan armada patroli tersebut dilakukan sesuai hukum domestik untuk menegaskan klaimnya di kawasan tersebut.

Baca Juga: Nikkei Cetak Rekor, SoftBank Salip Toyota Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Jepang

“Ini merupakan tindakan yang diperlukan sebagai respons atas pengumuman sepihak Jepang dan Filipina terkait dimulainya negosiasi delimitasi batas maritim di perairan timur pulau Taiwan yang merupakan bagian dari wilayah China,” demikian pernyataan otoritas tersebut.

China juga mendesak Jepang dan Filipina untuk menghentikan seluruh aktivitas yang dianggap melanggar kedaulatan dan kepentingan maritim Beijing.

Langkah tersebut langsung memicu reaksi keras dari Taiwan. Kementerian Luar Negeri Taiwan menegaskan bahwa China tidak memiliki hak untuk mencampuri kedaulatan wilayah maupun hak maritim Taiwan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Taiwan mencatat bahwa aktivitas militer dan penjaga pantai China di sekitar pulau tersebut terjadi hampir setiap hari, termasuk pengerahan kapal perang dan pesawat militer.

Ketegangan juga meningkat di wilayah Kepulauan Pratas yang dikelola Taiwan di bagian utara Laut China Selatan. Bulan lalu, kapal penjaga pantai China dilaporkan mendekati area tersebut sebelum akhirnya mundur setelah berhadapan dengan kapal penjaga pantai Taiwan.

Menteri Pertahanan Taiwan, Wellington Koo, mengatakan bahwa penjaga pantai akan menjadi garda terdepan dalam pengawasan wilayah tersebut, namun militer Taiwan tetap siap memberikan dukungan bila diperlukan.

Baca Juga: Yuan China Melemah dari Rekor Tertinggi Tiga Tahun, Sinyal Ekonomi Mulai Melambat

“Angkatan laut akan memberikan bantuan sesuai dengan protokol kerja sama bersama,” ujarnya di parlemen tanpa merinci lebih lanjut.

China sendiri mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan melalui peta “sembilan garis putus-putus” (nine-dash line), yang tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif sejumlah negara di kawasan, termasuk Filipina, Brunei, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia. Klaim tersebut secara konsisten ditolak oleh Taiwan dan negara-negara terkait.

Hingga kini, Jepang dan Filipina belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait perkembangan tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×