kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

China Klaim Penuhi Kewajiban Dagang AS, Peringatkan Risiko Tarif Tambahan


Rabu, 25 Februari 2026 / 18:17 WIB
China Klaim Penuhi Kewajiban Dagang AS, Peringatkan Risiko Tarif Tambahan
ILUSTRASI. Bendera AS dan China (Ng Han Guan/Pool/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah China menyatakan telah memenuhi kewajiban terkait kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS) yang dikaitkan dengan penyelidikan Section 301.

Beijing juga memperingatkan Washington agar tidak memicu ketegangan baru lewat tarif tambahan.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China menyebut kesepakatan yang diteken pada 2020 dengan United States telah dijalankan sesuai komitmen.

Baca Juga: Tak Terduga! Thailand Turunkan Suku Bunga, Ekonomi Tertekan Tarif dan Baht Kuat

“China berharap pihak AS tidak mengalihkan tanggung jawab atau memprovokasi masalah, tetapi melihat bahwa perjanjian tersebut telah diimplementasikan,” ujar juru bicara tersebut dalam pernyataan resmi, Rabu (25/2/2026).

Pernyataan ini muncul setelah Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) mengindikasikan akan melanjutkan penyelidikan berdasarkan Section 301 terkait dugaan praktik perdagangan tidak adil.

Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, pekan lalu mengatakan kantornya akan meneruskan sejumlah investigasi, termasuk terhadap China dan Brasil, yang berpotensi berujung pada pengenaan tarif tambahan jika ditemukan pelanggaran.

Beijing menegaskan siap melanjutkan komunikasi melalui mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan bilateral yang telah ada.

Baca Juga: Bank-Bank Global Kompak Naikkan Proyeksi Emas, Tren Dedolarisasi Jadi Pendorong

Namun, China juga memberi sinyal tegas. “Jika AS tetap bersikeras mendorong investigasi dan menerapkan langkah-langkah restriktif, China akan mempertahankan hak dan kepentingannya,” demikian pernyataan Kementerian Perdagangan.

Ketegangan ini berpotensi kembali memanaskan hubungan dagang dua ekonomi terbesar dunia, di tengah ketidakpastian global dan kekhawatiran pelaku pasar terhadap gelombang proteksionisme baru.


Tag


TERBARU

[X]
×