kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.825   16,00   0,10%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

China mencurigai Microsoft monopoli


Rabu, 03 September 2014 / 09:10 WIB
China mencurigai Microsoft monopoli
ILUSTRASI. Petugas menghitung uang rupiah di kantor cabang. bank Mandiri di Jakarta, Senin (16/1). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/16/01/2017


Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Dessy Rosalina

BEIJING. Pemerintah China terus menggalakkan kebijakan anti-asing. Yang terbaru, otoritas Tiongkok memberikan tenggat waktu bagi Microsoft Corp selama 20 hari ke depan untuk mengklarifikasi tuduhan praktik monopoli. 

Mengutip situs resmi The State Administration for Industry and Commerce (SAIC), China meminta penjelasan David Chen, Vice President Microsoft terkait praktik bisnis penjualan piranti lunak Windows di China.

Sebelumnya, media pemerintah China, Xinhua, mengungkapkan, kecurigaan monopoli berawal dari penggunaan kode verifikasi yang digunakan Windows. Penggunaan kode ini dikeluhkan oleh perusahaan lokal China.

Duncan Clark, Konsultan Teknologi BDA di Beijing, mempertanyakan kecurigaan tersebut. "Sulit membayangkan bahwa kode verifikasi yang digunakan untuk mencegah pembajakan malah dicurigai sebagai alat monopoli," katanya. Microsoft merupakan satu dari 30 perusahaan asing yang dituduh melakukan monopoli oleh China.
 




TERBARU

[X]
×