kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.002   58,00   0,32%
  • IDX 5.904   -94,80   -1,58%
  • KOMPAS100 764   -13,53   -1,74%
  • LQ45 580   -7,41   -1,26%
  • ISSI 204   -4,17   -2,00%
  • IDX30 329   -4,03   -1,21%
  • IDXHIDIV20 403   -5,25   -1,28%
  • IDX80 87   -1,52   -1,73%
  • IDXV30 109   -1,82   -1,64%
  • IDXQ30 106   -1,29   -1,20%

China mengancam di Laut China Selatan, Filipina pertahankan perjanjian militer AS


Kamis, 11 Februari 2021 / 14:37 WIB
ILUSTRASI. BRP Sierra Madre, kapal perang Angkatan Laut Filipina yang rusak sejak 1999 dan menjadi detasemen militer Filipina di Second Thomas Shoal yang disengketakan, bagian dari Kepulauan Spratly di Laut China Selatan.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Hubungan antara AS dan Filipina diperumit oleh kenaikan Duterte ke tampuk kekuasaan pada 2016 serta pernyataannya yang sering mengecam kebijakan luar negeri Washington juga pelukan terbukanya terhadap China.

Tapi, sementara hubungan Filipina-AS "selalu kuat", Lorenzana menyebutkan, Manila "tidak boleh dibuat untuk memilih" antara Washington dan Beijing.

Lorenzana juga telah menyatakan keprihatinan tentang undang-undang baru China yang mengizinkan penjaga pantai untuk menembaki apa yang dianggapnya sebagai ancaman.

“Saya memberi tahu Menteri Austin, kami tidak ingin ada kesalahan perhitungan atau kecelakaan di Laut China Selatan karena kami berada tepat di tengah konflik,” ujar Lorenzana.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×