Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Israel pada Senin (20/4) mengklaim telah menggagalkan rencana serangan yang diduga dirancang Iran terhadap pipa minyak strategis Baku-Tbilisi-Ceyhan (BTC), yang mengalirkan minyak mentah dari Azerbaijan ke Laut Mediterania.
Dalam pernyataan Bersama yang dilansir Reuters, badan intelijen Israel yakni Mossad dan Shin Bet menyebut rencana tersebut melibatkan jaringan yang dikendalikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Baca Juga: Meta Akan PHK Besar-besaran Karyawan Mulai Mei 2026, Ini Alasannya
Mereka menyatakan bahwa upaya serangan terhadap pipa Baku-Tbilisi-Ceyhan pipeline yang melintasi Georgia hingga Turki berhasil digagalkan beberapa pekan lalu.
Selain itu, jaringan tersebut juga disebut merencanakan serangan terhadap target Israel dan Yahudi di Azerbaijan, termasuk kedutaan besar Israel, sinagoge di ibu kota Baku, serta tokoh komunitas Yahudi setempat.
Otoritas Azerbaijan dilaporkan telah menangkap anggota jaringan tersebut yang diketahui memiliki drone berisi bahan peledak dan muatan fragmentasi.
Menurut pernyataan tersebut, para pelaku melakukan pengintaian terhadap target dengan berbagai metode, termasuk pengawasan langsung dan dokumentasi visual, di bawah arahan pihak di Iran.
Israel juga mengungkap bahwa jaringan ini dipimpin oleh Rahman Moqadam, yang disebut menjabat sebagai kepala Divisi Operasi Khusus Intelijen IRGC (Unit 4000).
Baca Juga: Harga Emas Dunia Tertekan Dolar AS ke US$ 4.790 pada Senin (20/4/2026)
Moqadam dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel bulan lalu, bagian dari konflik yang lebih luas antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran sejak akhir Februari.
Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan tanggapan resmi atas klaim tersebut.













