kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

China: Penempatan Rudal AS di Filipina Merusak Perdamaian


Senin, 30 September 2024 / 08:24 WIB
ILUSTRASI. China mengatakan penempatan rudal jarak menengah AS di Filipina merusak perdamaian dan stabilitas regional. REUTERS/Damir Sagolj


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan penempatan rudal jarak menengah AS di Filipina merusak perdamaian dan stabilitas regional.

Pernyataan tersebut dirilis secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri China pada hari Minggu (29/9/2024).

Mengutip Reuters, berbicara kepada Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Tae-yul di New York pada hari Sabtu, Wang juga menyerukan untuk menghindari "perang atau kekacauan di Semenanjung Korea".

AS mengerahkan sistem Typhon, yang dapat dilengkapi dengan rudal jelajah sehingga mampu menyerang target China, tahun ini. 

China telah menuntut penarikan senjata tersebut. 

Sementara, Rusia ikut mengutuk penempatan pertama sistem tersebut ke Indo-Pasifik. Rusia menuding Washington memicu perlombaan senjata.

Baca Juga: Filipina, Australia, Jepang, Selandia Baru, dan AS Lakukan Aktivitas Maritim Gabungan

Wang mengatakan penempatan itu "tidak sesuai dengan kepentingan negara-negara regional".

Filipina, tetangga selatan Taiwan, yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya sendiri, merupakan bagian penting dari strategi AS di Asia. 

Filipina juga akan menjadi titik persiapan yang sangat diperlukan bagi militer untuk membantu Taipei jika terjadi serangan China.

Baca Juga: Taiwan Bunyikan Alarm Kencang Terait Ancaman Militer Baru dari China

Wang mengatakan pertukaran dan kerja sama antara China dan Korea Selatan menjadi lebih aktif tahun ini.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×