kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

China peringatkan siap membalas bila AS merusak kepentinganya di Hong Kong


Senin, 25 Mei 2020 / 18:49 WIB
China peringatkan siap membalas bila AS merusak kepentinganya di Hong Kong
ILUSTRASI. Protestors wave U.S. flags as they attend a gathering at the Edinburgh place in Hong Kong, China, November 28, 2019. REUTERS/Marko Djurica


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  BEIJING. Hubungan Amerika Serikat (AS) dan China kian memanas akhir-akhir ini. Ketegangan hubungan kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia tidak hanya memuncak di Laut China Selatan, dan status Taiwan, tapi juga karena Hong Kong.

China gerah atas dukungan AS terhadap aksi demonstrasi di Hong Kong yang menolak undang-undang keamanan untuk daerah administrasi tersebut.

Baca Juga: AS kirim 7 kapal selam yang dipersenjatai torpedo & rudal tomahawk ke Indo-Pasifik

Mengutip Reuters, Senin (25/5), China memperingatkan AS bahwa Beijing akan mengambil tindakan balasan jika AS bersikeras melemahkan kepentingannya di Hong Kong.

Reaksi China itu muncul merespons komentar terbaru dari Washington terkait kemungkinan menjatuhkan sanksi atas undang-undang keamanan nasional baru untuk kota tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan kepada wartawan dalam sebuah briefing bahwa AS berusaha membahayakan keamanan nasional China.

Baca Juga: Mantan Komandan Angkatan Laut AS ini beberkan kisah konfrontasi dengan China di LCS

Lijian mengatakan Beijing telah mengajukan pernyataan tegas kepada Washington mengenai komentar penasihat keamanan nasional Gedung Putih Robert O'Brien bahwa undang-undang keamanan untuk Hong Kong dapat memicu sanksi dari AS kepada Hong Kong dan China.




TERBARU

[X]
×