kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45787,20   0,76   0.10%
  • EMAS1.012.000 0,40%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

China peringatkan negara-negara Asia agar waspada terhadap strategi AS


Rabu, 14 Oktober 2020 / 09:46 WIB
China peringatkan negara-negara Asia agar waspada terhadap strategi AS
ILUSTRASI. Anggota Dewan Negara Tiongkok dan Menteri Luar Negeri Wang Yi berbicara kepada wartawan dari Aula Besar Rakyat di Beijing, Tiongkok 24 Mei 2020.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  KUALA LUMPUR. Menteri Luar Negeri China, yang juga Penasihat Negara, Wang Yi, pada hari Selasa (13/10) mendesak negara-negara Asia tetap waspada atas risiko strategi Amerika Serikat (AS) yang memicu persaingan geopolitik di Laut China Selatan dan bagian lain kawasan itu.

Ia mengatakan, Beijing dan anggota Association of South East Asian Nations (ASEAN) harus bekerja sama untuk menghilangkan "gangguan eksternal"  tersebut di Laut China Selatan, kata Wang dalam konferensi pers bersama dengan menteri luar negeri Malaysia.

"Kami (China dan Malaysia) sama-sama berpandangan bahwa Laut China Selatan seharusnya tidak menjadi tempat bagi kekuatan besar yang bergulat dengan kapal perang," kata Wang, yang sedang dalam tur singkat di Asia Tenggara.

"China dan ASEAN memiliki kapasitas dan kebijaksanaan penuh, serta tanggung jawab, untuk menjaga perdamaian dan ketenangan di Laut China Selatan," sambungnya.seperti dilansir Reuters

Baca Juga: Beijing: China dan ASEAN harus menghilangkan gangguan eksternal di Laut China Selatan

Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan sengketa maritim harus diselesaikan secara damai melalui dialog regional.

China dalam beberapa bulan terakhir mengadakan latihan militer di bagian-bagian yang disengketakan di jalur air strategis, sementara Washington menuduh Beijing berusaha membangun "kerajaan maritim" di daerah tersebut.

Wang menggambarkan strategi "Indo-Pasifik" Washington, yang bertujuan untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai mitra tepercaya di kawasan ini, sebagai "risiko keamanan" untuk Asia Timur.

"Apa yang dikejar adalah untuk meneriakkan mentalitas perang dingin kuno dan memulai konfrontasi di antara berbagai kelompok dan blok, dan memicu persaingan geopolitik," katanya.

Baca Juga: Kunjungi China, Luhut bahas sinergi hadapi pandemi corona

"Saya yakin semua pihak melihat ini dengan jelas dan akan tetap waspada terhadapnya," tuturnya.Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebelumnya mengatakan Washington menginginkan Asia yang "bebas dan terbuka" yang tidak didominasi oleh satu negara.




TERBARU

[X]
×