kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.852   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

China Perketat Investasi Luar Negeri, Transfer Teknologi Kini Diawasi Ketat


Senin, 01 Juni 2026 / 09:53 WIB
China Perketat Investasi Luar Negeri, Transfer Teknologi Kini Diawasi Ketat
ILUSTRASI. Ekonomi China (REUTERS/Kim Kyung Hoon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - China memperketat pengawasan terhadap investasi luar negeri dengan menerbitkan aturan baru yang memperluas kewenangan regulator untuk meninjau transaksi lintas negara yang melibatkan investor, teknologi, data, dan kepentingan keamanan nasional.

Aturan yang diumumkan oleh State Council pada Senin (1/6/2026) tersebut akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Baca Juga: AS dan Vietnam Sepakat Hindari Manipulasi Mata Uang, Perkuat Transparansi Pasar Valas

Langkah ini muncul sekitar satu bulan setelah pemerintah China memerintahkan pembatalan akuisisi perusahaan kecerdasan buatan (AI) Manus oleh Meta Platforms, sebuah kasus yang memicu perhatian besar terkait perlindungan teknologi strategis nasional.

Ekspor Teknologi dan Data Kini Harus Dapat Persetujuan

Salah satu poin utama dalam regulasi baru tersebut adalah kewajiban memperoleh izin pemerintah untuk ekspor barang, teknologi, layanan, maupun data tertentu yang masuk kategori terbatas.

Baca Juga: Saham Samsung Melonjak 9,5% Jelang Kunjungan Bos Nvidia ke Korea Selatan

Dengan aturan baru ini, perusahaan China yang ingin melakukan transaksi investasi luar negeri harus memastikan bahwa transfer teknologi atau data yang sensitif telah mendapatkan otorisasi dari otoritas terkait.

Pemerintah China juga memperluas cakupan pengawasan terhadap bentuk transfer teknologi yang tidak dilakukan secara langsung.

Transfer Pengetahuan Secara Tidak Langsung Ikut Diawasi

Regulasi tersebut melarang pemindahan teknologi secara tidak langsung melalui berbagai skema kerja sama internasional.

Larangan mencakup penempatan tenaga ahli ke luar negeri, pemberian bimbingan teknis, program pelatihan, konsultasi, maupun bentuk kerja sama lain yang berpotensi mengalihkan teknologi strategis China ke pihak asing tanpa persetujuan pemerintah.

Baca Juga: Mayoritas Mata Uang Asia Melemah terhadap Dolar AS, Won Korsel Pimpin Pelemahan

Kebijakan ini menunjukkan semakin besarnya perhatian Beijing terhadap perlindungan aset teknologi nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat, khususnya di sektor kecerdasan buatan, semikonduktor, data, dan teknologi maju lainnya.

Fokus pada Keamanan Nasional

Peraturan baru tersebut juga memperkuat posisi pemerintah dalam menilai risiko keamanan nasional yang mungkin muncul dari transaksi investasi lintas batas.

Dalam beberapa tahun terakhir, China telah memperketat pengawasan terhadap arus modal keluar serta transaksi yang melibatkan teknologi strategis.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Terkoreksi Senin (1/6), Pasar Tunggu Keputusan Trump soal Iran

Langkah ini sejalan dengan upaya Beijing menjaga kedaulatan teknologi dan mengurangi risiko kebocoran data maupun pengetahuan industri penting ke luar negeri.

Bagi investor dan perusahaan teknologi, aturan baru tersebut diperkirakan akan meningkatkan proses kepatuhan (compliance) dan memperpanjang waktu persetujuan untuk sejumlah transaksi internasional yang melibatkan aset strategis China.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×