kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

China perluas karantina raksasa ke 13 kota dengan 41 juta penduduk


Jumat, 24 Januari 2020 / 22:09 WIB
China perluas karantina raksasa ke 13 kota dengan 41 juta penduduk
ILUSTRASI. Seorang pria menggunakan masker di Nanjing Pedestrian Road, kawasan belanja utama di Shanghai, China, 24 Januari 2020.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Otoritas China dengan cepat memperluas upaya karantina raksasa ke 13 kota dengan total 41 juta penduduk, yang bertujuan menahan penularan virus corona baru yang mematikan 

Melansir Channelnewsasia.com, Tiongkok memperluas isolasi yang mencakup area dengan jumlah penduduk lebih besar dari Kanada. Mulai Kota Wuhan, Huanggang, Zhijiang, Ezhou, Chibi, Xiantao, hingga Enshi.  

Berbagai perayaan Tahun Baru Imlek juga dibatalkan. Lalu, berbagai destinasi wisata populer, mulai Kota Terlarang, Disneyland Shanghai, dan Badaling Tembok Raksasa China ditutup mulai besok (25/1).

Baca Juga: WHO: Kasus virus corona kemungkinan bakal terus bertambah

Pihak berwenang mengatakan, langkah-langkah tersebut untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran virus corona baru, yang telah menginfeksi lebih dari 800 orang dan menewaskan 26 lainnya.

Virus corona baru yang berawal di Wuhan telah menyebar ke kota-kota besar lainnya di China, termasuk Beijing, Shanghai dan Hong Kong. Kasus sudah terkonfirmasi di sejumlah negara, seperti Singapura dan Jepang.

Penyebaran virus yang meluas itu menimbulkan kekhawatiran karena kemiripannya dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), yang menewaskan hampir 650 orang di China dan Hong Kong pada 2002-2003.

Baca Juga: Cegah virus corona, Beijing tutup Tembok Raksasa China mulai besok

Layanan keretaapi ditanggungkan dan bandara ditutup di Wuhan, kota berpenduduk 11 juta. Mulai Kamis (23/1) Wuhan diisolasi secara efektif. Bus juga dilarang memasuki kota tersebut.

Di Kota Zhijiang, semua tempat umum ditutup kecuali rumahsakit, supermarket, pasar tradisional, pom bensin, dan toko obat. Huanggang, kota berpenduduk 7,5 juta orang, juga sudah diisolasi dan warga tidak boleh meninggalkan kota.

Kota-kota lain juga melakukan pembatasan perjalanan termasuk Xiantao yang berpenduduk 1,5 juta orang dan Chibi yang bepopulasi sekitar 500.000 jiwa. Kedua kota ini menutup pintu masuk stasiun dan jalan tol, serta menghentikan layanan transportasi.

Baca Juga: Virus corona membuat 70.000 bioskop di China tutup saat Imlek

Mengutip Channelnewsasia.com, otoritas Provinsi Hubei menyatakan, mereka membatalkan pertunjukan budaya dan menutup situs-situs budaya. Agen perjalanan di provinsi ini juga menangguhkan kegiatan bisnis, dan tidak lagi mengorganisir kelompok wisata.

Mulai pukul 12 siang waktu setempat, Jumat (24/1), Pemerintah Provinsi Hubei juga menghentikan operasional taksi online dan memberlakukan pembatasan penumpang terhadap taksi di jalan.

Untuk mencegah perjalanan liburan nasional, pemerintah mengatakan mulai Jumat siapa pun yang membeli tiket untuk kereta api, udara, pelatih jarak jauh, atau transportasi air bisa menerima pengembalian uang setelah pembatalan.

Baca Juga: Terus bertambah, korban meninggal akibat virus corona jadi 26 orang

Beijing juga membatalkan acara-acara yang biasanya menarik banyak orang datang ke kuil-kuil selama liburan Tahun Baru Imlek. Sementara Kota Terlarang yang bersejarah akan ditutup mulai Sabtu (25/1).



TERBARU

[X]
×