China sibuk persiapkan kendaraan yang bakal jadi kunci kemenangan perang masa depan

Jumat, 13 November 2020 | 16:43 WIB Sumber: Global Times
China sibuk persiapkan kendaraan yang bakal jadi kunci kemenangan perang masa depan


KONTAN.CO.ID - BEIJING. China sedang sibuk mempersiapkan kendaraan tempur nirawak dalam beberapa tahun terakhir. Kendaraan tempur ini mereka yakini akan menjadi kunci kemenangan dalam perang di masa depan. Upaya ini kabarnya sudah mendekati hasil.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa beberapa jenis armada tak berawak, termasuk kendaraan tempur amfibi dan kendaraan tempur dengan konsep baru, akan segera memulai tugas militernya.

Melansir Global Times, sejak 2013 tim inovasi teknologi untuk sistem tempur tak berawak di National University of Defense Technology (NUDT), telah merancang sederet inovasi yang melibatkan teknologi nirawak. 

China National Radio (CNR) pada hari Rabu (11/11) melaporkan salah satu proyek kendaraan tempur amfibi nirawak memenangkan tender dari departemen peralatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Baca Juga: Biden berjanji akan bantu Jepang lindungi Kepulauan Senkaku dari China

Selain kendaraan amfibi, satu kendaraan nirawak lain dengan desain dan konsep yang sepenuhnya baru juga dikabarkan sudah siap menjalani pemeriksaan sebelum dikirimkan ke pemerintah.

Selama fase awal proyek pengembangan, kepala tim NUDT telah melakukan survei terhadap lebih dari selusin unit militer untuk mempelajari kebutuhan pasukan akan kendaraan tepur nirawak.

Pada akhirnya diputuskan untuk membuat kendaraan nirawak demi keperluan pembersihan rintangan serta fungsi pengintaian.

Dalam beberapa tahun terakhir NUDT juga sudah mengembangkan seri kendaraan darat nirawak dengan kode nama "Desert Wolf". Kendaraan ini dilengkapi dengan unit senjata yang mampu dikendalikan dari jarak jauh, serta mampu mengangkut logistik dan tentara yang terluka di medan perang.

NUDT juga memodifikasi kendaraan serbu off-road Dongfeng Mengshi menjadi kendaraan nirawak. Dongfeng Mengshi sendiri merupakan kendaraan darat yang banyak digunakan oleh PLA.

Selanjutnya: Atasi ketegangan di Laut China Selatan, jadi agenda KTT ASEAN

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru