Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana kunjungan pejabat tinggi Pentagon ke Beijing terancam tertunda di tengah tarik ulur penjualan senjata Amerika Serikat (AS) senilai US$ 14 miliar untuk Taiwan.
China disebut menahan persetujuan kunjungan tersebut sambil menunggu keputusan Presiden AS Donald Trump terkait paket senjata itu.
Laporan Financial Times pada Kamis (21/5/2026) menyebut, Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan, Elbridge Colby, sebelumnya telah membahas rencana kunjungan musim panas ke Beijing dengan pejabat China.
Namun, pemerintah China memberi sinyal belum akan menyetujui kunjungan itu sampai Trump menentukan sikap terkait penjualan senjata ke Taiwan.
Reuters melaporkan belum dapat memverifikasi laporan tersebut. Pentagon maupun Kementerian Luar Negeri China juga belum memberikan tanggapan resmi.
Baca Juga: Beijing Membalas: Boeing Kena Sanksi Usai AS Jual Senjata ke Taiwan
Ketidakpastian muncul setelah kunjungan Trump ke Beijing pekan lalu. Saat itu, Trump mengatakan belum memutuskan apakah akan melanjutkan penjualan senjata besar tersebut kepada Taiwan.
Di saat bersamaan, Trump juga menyatakan akan berbicara dengan Presiden Taiwan, Lai Ching-te. Jika terealisasi, langkah itu akan menjadi komunikasi langsung yang belum pernah dilakukan pemimpin AS dengan presiden Taiwan dan berpotensi memicu ketegangan baru dengan China.
Sumber Reuters menyebut jadwal pembicaraan kedua pemimpin itu masih belum ditetapkan. China selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya sehingga komunikasi resmi antara AS dan Taiwan kerap memicu protes Beijing.
Pemerintah AS menilai Trump telah menyetujui lebih banyak penjualan senjata ke Taiwan dibanding presiden AS sebelumnya. Namun di sisi lain, Trump juga beberapa kali memuji hubungannya dengan Presiden China, Xi Jinping, sebagai hubungan yang “luar biasa”.
Baca Juga: Jual Senjata ke Taiwan, China Beri Sanksi Perusahaan Pertahanan AS
Berdasarkan hukum AS, Washington wajib membantu Taiwan mempertahankan diri. Dukungan agar penjualan senjata tetap dilanjutkan juga datang dari anggota parlemen AS, baik dari Partai Republik maupun Demokrat.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Taiwan, Wellington Koo, pada Selasa (20/5) mengatakan pihaknya masih “cukup optimistis” terhadap kelanjutan penjualan senjata dari AS ke Taiwan.













