kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

China Umumkan Pembatasan Ekspor Bahan Kimia setelah Kesepakatan Fentanyl dengan Trump


Selasa, 11 November 2025 / 07:58 WIB
China Umumkan Pembatasan Ekspor Bahan Kimia setelah Kesepakatan Fentanyl dengan Trump
ILUSTRASI. Pada Senin (10/11/2025), China mengumumkan langkah konkret untuk menindak bahan kimia yang dapat digunakan dalam pembuatan fentanyl. REUTERS/Evelyn Hockstein/File Photo


Sumber: Associate Press | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Selain itu, Beijing juga mengambil langkah tambahan dengan mengeluarkan pemberitahuan publik melalui Komisi Nasional Pengendalian Narkotika China, yang menyerukan perusahaan untuk mematuhi aturan pajak, bea cukai, hukum internet, dan regulasi valuta asing — sinyal adanya penegakan hukum yang lebih ketat.

Namun, bahan kimia yang baru dibatasi tersebut masih dapat diekspor tanpa izin ke negara lain selain tiga negara Amerika Utara yang disebut dalam pengumuman Kementerian Perdagangan China. Fentanyl sendiri sebagian besar diproduksi di Meksiko.

Tantangan terbesar, menurut Felbab-Brown, adalah bahwa “bahan kimia dasar” ini memiliki banyak kegunaan sah di bidang kimia, pertanian, dan industri farmasi, namun semakin sering dimanfaatkan untuk memproduksi opioid sintetis.

Pada September lalu, Trump kembali memasukkan China sebagai “negara penghasil narkotika ilegal utama.”

Tonton: Bos Nvidia Yakin China Akan Kalahkan AS dalam Perlombaan AI

“Selama ini, (China) telah memungkinkan produksi fentanyl ilegal di Meksiko dan tempat lain dengan mensubsidi ekspor bahan prekursor yang digunakan untuk membuat obat mematikan tersebut, serta gagal mencegah perusahaan China menjual bahan itu kepada kartel kriminal yang sudah diketahui,” demikian pernyataan presiden.

Kesimpulan:

Langkah baru China membatasi ekspor bahan kimia pembuat fentanyl menunjukkan upaya untuk menstabilkan hubungan dagang dengan AS, sekaligus memenuhi tuntutan Washington terkait krisis opioid. Namun, banyak pihak menilai kebijakan ini lebih merupakan langkah simbolis daripada solusi substansial. China tetap memegang kendali atas rantai pasok bahan kimia global, sementara AS masih menghadapi dilema antara tekanan politik dalam negeri dan kebutuhan strategis untuk menjaga kerja sama dengan Beijing.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×