kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Co-pilot sengaja menjatuhkan pesawat Germanwings


Kamis, 26 Maret 2015 / 21:19 WIB
ILUSTRASI. Ini 7 Makanan yang Memperburuk Batuk Sehingga Wajib Dihindari


Sumber: BBC | Editor: Yudho Winarto

PENYEBAB jatuhnya pesawat Germanwings sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti. Meski demikian, muncul dugaan jika co-pilot pesawat Germanwings, Andreas Lubitz sengaja menjatuhkan pesawat di pegunungan Alpen.  

Jaksa Marseille, Brice Robin, mengutip informasi dari kotak hitam perekam suara di kokpit dan mengatakan pilot kedua sendirian di dalam ruang kendali itu. Andreas Lubitz secara sengaja mulai menurunkan pesawat ketika kapten pilot terkunci di luar kokpit.

Jaksa Robin menambahkan jika Andreas Lubitz masih hidup sampai pada hantaman terakhir ketika pesawat jatuh ke darat.

"Kami mendengar pilot meminta pilot kedua untuk mengendalikan pesawat dan kami mendengar pada saat yang sama suara kursi digerakkan ke belakang dan suara pintu ditutup," tutur Robin kepada para wartawan.

"Pada saat itu, pilot kedua mengendalikan pesawat sendirian. Ketika dia sendiri, co-pilot menekan tombol sistem pengawasan penerbangan untuk mengambil tindakan menurunkan pesawat. Tindakan untuk mengendalikan ketinggian ini hanya bisa dilakukan secara sengaja," jelasnya.

Pesawat Airbus A320 dengan perjalanan dari Barcelona ke Dusseldorf itu jatuh di pegunungan Alpen Prancis dan seluruh 150 orang di dalamnya tewas.

Sebelumnya koran The New York Times mengutip seorang penyidik yang tidak disebutkan namanya bahwa salah seorang dari pilot -tidak jelas apakah kapten pilot atau pilot pembantu- ke luar dari kokpit namun tidak bisa masuk kembali masuk.

Direktor Badan Penyelidik Penerbangan Prancis, Remi Jouty, mengatakan analisis menyeluruh dari kotak hitam perekam suara di kokpit membutuhkan waktu berminggu-minggu atau beberapa bulan.

Hingga saat ini, tambah Jouty, kotak hitam kedua yang merekam data penerbangan masih belum ditemukan.

Lufthansa -induk perusahaan Germanwings- belum mengumumkan nama kedua pilot namun disebutkan pilot kedua bergabung dengan Germanwings pada September 2013, langsung setelah pelatihan dan memiliki 630 jam terbang.




TERBARU

[X]
×