kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Daging babi dorong laju inflasi China hingga 4,5%, tercepat sejak Januari 2012


Selasa, 10 Desember 2019 / 12:10 WIB
ILUSTRASI. Penjualan daging babi di sebuah supermarket di Beijing, China, 11 April 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Pekan lalu, Kementerian Keuangan China mengumumkan keringanan tarif impor untuk beberapa pembelian daging babi dan kedelai dari Amerika Serikat (AS).

Kenaikan harga di tingkat konsumen jelas menambah pusing para pembuat kebijakan di China, yang sedang berlomba untuk memenuhi target pertumbuhan tahunan karena ekonomi terbesar kedua di dunia itu melambat ke ujung bawah kisaran 6%-6,5% untuk 2019.

Namun, infasi inti November tetap jinak di kisaran 1,4%, lebih rendah dari bulan sebelumnya di angka 1,5%. Untuk tahun ini, China memasang target inflasi sebesar 3%. Tapi, tampaknya target itu bakal meleset.

Goldman Sachs mengatakan dalam sebuah catatan baru-baru ini, target inflasi China untuk tahun depan kemungkinan akan dinaikkan dari level 3%. Ini karena inflasi tahun ini kemungkinan berada di kisaran 4%-5%.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×