Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - MONTEVIDEO. Paus Leo XIV menyerukan negara-negara dan masyarakat Amerika Selatan untuk mengatasi perbedaan serta memperkuat kerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan kawasan.
Pesan tersebut disampaikan dalam kunjungannya ke Uruguay, Sabtu (7/11/2026), di tengah kondisi kawasan yang diwarnai perpecahan politik dan ketimpangan sosial.
Dalam misa di Paysandu, kota di barat laut Uruguay yang berbatasan dengan Argentina, Paus Leo mengajak masyarakat membangun hubungan yang lebih erat dengan mengambil inspirasi dari jembatan internasional yang menghubungkan kedua negara tersebut.
Menurut Paus Leo, jembatan bukan sekadar penghubung wilayah, tetapi juga simbol keterbukaan, komunikasi, dan pertukaran antarmasyarakat. "Penting bagi kita untuk menjadi pembangun jembatan," kata Leo dalam khotbahnya.
Baca Juga: Paus Leo XIV Kembali Pimpin Audiensi di Vatikan Usai Operasi Kanker Paru-Paru
Ia menegaskan, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memperkuat hubungan, mempersatukan perbedaan, dan membangun komunikasi yang lebih baik.
Kunjungan ke Paysandu menjadi salah satu agenda utama perjalanan Leo di Uruguay.
Sekitar 40.000 orang diperkirakan menghadiri misa tersebut, meski hujan deras mengguyur kawasan perbatasan Uruguay dan Argentina. Paus Leo juga menjadi paus pertama yang mengunjungi kota tersebut.
Setelah itu, Paus Leo kembali ke Montevideo untuk menghadiri acara doa bersama di Stadion Centenario. Vatikan memperkirakan sekitar 100.000 orang menghadiri kegiatan tersebut.
Antusiasme masyarakat itu menarik perhatian karena Uruguay dikenal sebagai salah satu negara paling sekuler di Amerika Latin.
Berdasarkan survei lembaga jajak pendapat Cifra, hanya sekitar sepertiga penduduk dewasa Uruguay yang mengidentifikasi diri sebagai umat Katolik. Sementara itu, 28% lainnya mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi tidak terafiliasi dengan agama tertentu.
Mathias Franco, 18 tahun, yang menghadiri acara tersebut, menilai kunjungan Paus Leo menjadi kesempatan bagi masyarakat Uruguay untuk memperkuat kebersamaan.
"Kunjungan ini merupakan peluang besar bagi Uruguay untuk tumbuh sebagai komunitas," ujarnya.
Baca Juga: Paus Leo XIV Idap Kanker Paru-Paru, Ini Kondisi Terbarunya Setelah Operasi
Selain menyerukan persatuan, Paus Leo juga menyoroti persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial di Uruguay.
Pada Sabtu sore, ia mengunjungi Casavalle, kawasan pinggiran utara Montevideo yang menghadapi persoalan kekerasan dan kejahatan terkait narkoba.
Di kawasan tersebut, Paus Leo melihat langsung kondisi permukiman warga yang sebagian besar berupa rumah sederhana dengan atap seng dan bangunan yang belum selesai.
Ia juga mendengarkan kesaksian warga, termasuk seorang ibu yang menangis ketika menceritakan pengalamannya membesarkan anak saat hidup tanpa tempat tinggal.
Paus Leo memeluk perempuan tersebut dan mengajak masyarakat Uruguay untuk tidak bersikap acuh terhadap kemiskinan dan ketimpangan. "Kita tidak bisa mengabaikan begitu banyak orang di sekitar kita yang sedang menderita," katanya.
Kunjungan itu diharapkan dapat meningkatkan perhatian terhadap masyarakat di kawasan yang selama ini merasa kurang mendapat perhatian pemerintah dan lembaga publik.
Kunjungan ke Uruguay merupakan bagian dari perjalanan 12 hari Paus Leo ke tiga negara Amerika Selatan hingga 17 November 2026. Setelah Uruguay, ia dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Argentina dan Peru.
Baca Juga: Paus Leo XIV Ikut Pemilu AS, Pertama Kalinya dalam Sejarah Kepausan
Perjalanan ini menjadi salah satu kunjungan luar negeri paling menantang bagi seorang pemimpin Gereja Katolik dalam beberapa dekade terakhir. Pasalnya, Paus Leo yang berusia 71 tahun baru menjalani operasi kanker paru-paru pada Oktober lalu.
Vatikan menyebut perjalanan tersebut sebagai momentum kepulangan atau homecoming bagi Leo.
Sebelum terpilih menjadi paus, ia menghabiskan puluhan tahun sebagai misionaris di Peru dan kemudian memperoleh kewarganegaraan negara tersebut.
Dalam rangkaian kunjungan ini, Paus Leo diperkirakan juga akan menyoroti sejumlah persoalan regional, mulai dari kerusakan lingkungan, perdagangan senjata, hingga ketidakstabilan politik.
Paus Leo dijadwalkan mengakhiri kunjungannya ke Uruguay pada Minggu pagi (8/11/2026), sebelum bertolak ke Argentina pada sore harinya. Di negara tersebut, ia dijadwalkan menyampaikan pidato kepada Presiden Javier Milei.
Baca Juga: Dokumen Bersejarah Vatikan: Paus Leo XIV Sebut AI Bisa Picu Perang Tanpa Akhir
Kunjungan ke Argentina juga berlangsung di tengah perbedaan pandangan politik antara Paus Leo dan Milei.
Presiden Argentina itu dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang sebelumnya mengkritik Paus Leo setelah sang paus menyuarakan penentangan terhadap perang Iran.













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
