kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.888   30,00   0,17%
  • IDX 6.092   -24,87   -0,41%
  • KOMPAS100 795   0,52   0,07%
  • LQ45 599   -0,32   -0,05%
  • ISSI 212   -1,15   -0,54%
  • IDX30 339   -0,22   -0,06%
  • IDXHIDIV20 414   -1,79   -0,43%
  • IDX80 90   0,00   0,00%
  • IDXV30 111   -0,64   -0,57%
  • IDXQ30 108   -0,07   -0,07%

Dapat briefing Rusia dan China campur tangan di pemilu AS, ini ancaman Joe Biden


Sabtu, 18 Juli 2020 / 16:07 WIB
ILUSTRASI. Democratic U.S. presidential candidate and former Vice President Joe Biden speaks during a campaign stop at Tougaloo College in Tougaloo, Mississippi, U.S., March 8, 2020. REUTERS/Brendan McDermid TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  DETROIT. Bakal calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengatakan pada hari Jumat bahwa ia sekarang mendapatkan pengarahan intelijen dan mendapat pemberitahuan bahwa Rusia terus mencoba mencampuri pemilihan AS pada November 2020.

Selain Rusia, Biden juga mendapat pemberitahuan bahwa China juga tengah melakukan kegiatan yang dirancang untuk membuat para pemilih AS kehilangan kepercayaan pada hasil pemilihan 2020.

Baca Juga: Ini opsi terberat yang dilakukan Trump untuk menekan Beijing

Hal itu dikatakan Biden kepada para pendukungnya selama penggalangan dana online untuk kampanyenya.

"Kami tahu dari sebelumnya, dan aku jamin kamu sudah tahu, karena sekarang aku mendapat pengarahan lagi. Rusia masih berusaha untuk mendelegitimasi proses pemilihan kami. Faktanya, ”kata Biden seperti dilansir Reuters, Sabtu (18/7).

Biden memperingatkan Rusia bila terus mengganggu pemilihan AS maka negeri beruang merah itu akan membayar mahal bila ia memenangkan pemilihan pada November mendatang melawan Presiden Donald Trump.

Namun Biden belum mengungkapkan ancamannya secara spesifik.

Baca Juga: Warren Buffett raup keuntungan hampir Rp 600 triliun dari kenaikan saham Apple

Mantan wakil presiden di era Presiden Barack Obama ini telah mengkritik Trump karena laporan bahwa Trump tidak membaca briefing intelijennya.

Beberapa agen intelijen AS menemukan Rusia bertindak membantu Trump dalam pemilihan 2016, tuduhan yang disangkal Rusia dan yang berulang kali disebut Trump sebagai "tipuan".




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×