kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Dekati Taliban, Turki Berharap Bisa Kendalikan 5 Bandara di Afghanistan


Rabu, 22 Desember 2021 / 13:28 WIB
Dekati Taliban, Turki Berharap Bisa Kendalikan 5 Bandara di Afghanistan
ILUSTRASI. Pasukan Taliban berjaga sehari setelah penarikan pasukan AS dari Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan 31 Agustus 2021. REUTERS/Stringer.


Sumber: Arab News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Kementerian Luar Negeri Turki pada Senin (20/12) mengumumkan, perusahaan Turki dan Qatar akan mengajukan proposal kepada Taliban untuk mengoperasikan lima bandara di Afghanistan.

Dilansir dari Arab News, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, perusahaan dari kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengelola lima bandara di Afghanistan, termasuk Hamid Karzai di Kabul, tetapi tidak menyebutkan empat lainnya.

Bandara Internasional Hamis Karzai adalah fokus utama karena merupakan titik kunci untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil Afghanistan.

Baca Juga: China Bakal Lanjutkan Program Pembangunan 1.000 Sekolah di Irak

Banyak pakar menilai keterlibatan Turki dan Qatar dalam menjalankan bandara akan membantu Taliban untuk memperkuat hubungan internasionalnya. Di saat yang sama, Turki sepertinya akan menggunakan Afghanistan untuk memperbaiki hubungannya dengan Amerika Serikat (AS).

Hari Rabu (22/12), delegasi Turki dan Qatar, yang telah menandatangani kesepakatan bersama tentang pengoperasian bandara di Afghanistan, dijadwalkan untuk membuat proposal bersama kepada Taliban.

Sebelum ini, Turki memang sudah cukup lama menaruh minat pada pengoperasian bandara utama di Kabul. Turki pada awalnya menawarkan untuk mengoperasikan bandara dengan bantuan teknis dan keamanan.

Setelah lama tanpa respons yang jelas, Turki mulai mengalihkan tujuan proposalnya untuk keamanan regional dan penyaluran bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: Lebih dari 100 kendaraan militer AS dilaporkan bergerak memasuki wilayah Suriah




TERBARU

[X]
×