kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.404.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.245
  • IDX 7.314   -8,12   -0,11%
  • KOMPAS100 1.146   -0,08   -0,01%
  • LQ45 923   0,02   0,00%
  • ISSI 219   1,20   0,55%
  • IDX30 461   -1,29   -0,28%
  • IDXHIDIV20 553   -2,77   -0,50%
  • IDX80 129   0,20   0,16%
  • IDXV30 130   -1,13   -0,86%
  • IDXQ30 155   -0,81   -0,52%

Delegasi Pelatihan Militer Elit Korut Kunjungi Rusia, Hubungan Kian Dekat


Selasa, 09 Juli 2024 / 08:23 WIB
Delegasi Pelatihan Militer Elit Korut Kunjungi Rusia, Hubungan Kian Dekat
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengendarai mobil Aurus di Pyongyang, Korea Utara 19 Juni 2024. Sputnik/Gavriil Grigorov/Pool via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - SEOUL, 9 Juli (Reuters) - Delegasi pelatihan militer elit Korea Utara berangkat untuk mengunjungi Rusia, demikian media pemerintah Korut melaporkan pada hari Selasa.

Kegiatan ini adalah pertukaran militer pertama antara kedua negara sejak para pemimpin mereka menandatangani pakta yang menjanjikan kerja sama militer yang lebih erat.

Presiden Universitas Militer Kim Il Sung, Kim Geum Chol, memimpin delegasi pejabat pelatihan militer dan berangkat dengan pesawat pada hari Senin, kantor berita KCNA melaporkan.

Baca Juga: 9 Strategi Elon Musk dalam Menjalankan Bisnis, Entrepreneur Muda Bisa Tiru

Laporan tersebut tidak memberikan rincian lain termasuk tujuan kunjungan dan ke mana mereka pergi di Rusia.

Diberi nama sesuai dengan pendiri negara tersebut, universitas ini adalah tempat pelatihan untuk perwira militer elit, dan pemimpin negara itu. 

Kim Jong Un, pernah belajar di sana setelah bersekolah di Swiss saat dipersiapkan menjadi pemimpin ketiga negara itu.

Baca Juga: Duh! Pesawat United Airlines Kehilangan Roda saat Lepas Landas

Delegasi universitas militer menandai kunjungan terbaru Korea Utara ke Rusia karena kedua negara tersebut bertukar kunjungan pejabat tinggi dalam jumlah rekor dalam setahun terakhir, termasuk kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Pyongyang pada bulan Juni.

Pada pertemuan puncak mereka, Putin dan Kim menandatangani perjanjian tentang "Kemitraan Strategis Komprehensif" yang mencakup perjanjian pertahanan bersama yang menurut Kim setara dengan aliansi.

Perkembangan hubungan militer kedua negara yang dipublikasikan secara besar-besaran membuat khawatir para pejabat di Seoul dan Washington yang menunjukkan bukti pengiriman senjata oleh Korut ke Rusia untuk digunakan melawan Ukraina dan percaya Pyongyang mungkin menerima bantuan yang tidak diketahui dari Moskow.

Kedua negara membantah adanya transaksi senjata.

Baca Juga: Bukan Saham dan Uang, Robert Kiyosaki Sebut 1 Hal Ini yang Bikin Orang Kaya

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, yang akan menghadiri KTT NATO minggu ini di Washington, memperingatkan Moskow tentang dampak negatif dari persahabatannya dengan Pyongyang terhadap hubungan ekonomi yang sebelumnya aktif antara kedua negara.




TERBARU
Kontan Academy
[ntensive Boothcamp] Business Intelligent with Ms Excel Pre-IPO : Explained

[X]
×