Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bagi sebagian generasi Z, masa pensiun tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang sangat jauh di masa depan. Sebaliknya, semakin banyak anak muda yang mulai menyiapkan dana pensiun sejak usia awal 20-an, bahkan dengan target pensiun jauh lebih cepat dari usia pensiun konvensional.
Tren ini terlihat dari semakin dini usia generasi muda mulai berkontribusi pada program pensiun. Melansir Reuters (13/3), laporan Nationwide 2025 menunjukkan penabung dari generasi Z rata-rata mulai menyisihkan dana pensiun pada usia 23 tahun, sementara milenial pada usia 28 tahun. Angka ini hampir satu dekade lebih cepat dibandingkan generasi X dan baby boomers.
Persiapan yang lebih awal ini memberi dampak signifikan. Laporan Vanguard 2025 Retirement Outlook memperkirakan sekitar setengah generasi Z saat ini berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan standar hidup mereka saat pensiun.
Perencana keuangan sekaligus pendiri Infinity Financial Services, Shai Gothreau, menilai kunci utama strategi pensiun dini bagi generasi muda adalah membangun fondasi keuangan yang kuat sejak awal. Menurut dia, langkah tersebut dimulai dari hal-hal mendasar seperti memahami arus kas, membangun dana darurat, menjaga utang tetap rendah, serta mengendalikan pengeluaran gaya hidup.
Selain itu, Gothreau menekankan pentingnya memanfaatkan kekuatan compound interest atau pertumbuhan investasi dari waktu ke waktu. Semakin cepat seseorang mulai berinvestasi, semakin besar peluang aset tersebut berkembang dalam jangka panjang.
Meski begitu, tidak sedikit investor muda yang tertarik pada instrumen yang menjanjikan keuntungan cepat seperti perdagangan opsi atau aset kripto. Gothreau mengingatkan bahwa instrumen tersebut memiliki risiko tinggi.
Ia menyarankan investor muda menjaga strategi investasi tetap sederhana dengan portofolio yang terdiversifikasi dan berbiaya rendah, seperti dana indeks atau exchange-traded funds (ETF). “Berinvestasi secara konsisten di dana indeks yang terdiversifikasi mungkin terasa tidak terlalu menarik, tetapi dalam jangka panjang cara ini sangat efektif untuk membangun kekayaan,” ujarnya.
Strategi sederhana, disiplin menabung, serta pengelolaan keuangan yang ketat menjadi kombinasi yang banyak dipilih generasi Z untuk mempercepat target kebebasan finansial.
Baca Juga: Surplus Dagang Vietnam dengan AS Tembus US$19 Miliar, Lampaui China
Salah satu contoh datang dari analis keuangan asal Boston, Ryan Lowe. Di usia 26 tahun, ia sudah menargetkan pensiun di usia 40-an. Dengan gaji US$85.000 per tahun, Lowe menyisihkan lebih dari US$4.000 setiap bulan untuk dana pensiun.
Alih-alih mengejar investasi berisiko tinggi, Lowe memilih menempatkan sebagian besar investasinya pada dana indeks S&P 500 dan ETF melalui akun pensiun. Ia memperkirakan imbal hasil investasi sekitar 7% per tahun untuk memperhitungkan inflasi. Perusahaan tempatnya bekerja juga memberikan kontribusi US$750 setiap kuartal yang turut dimasukkan ke dana pensiun.
Untuk mempercepat akumulasi tabungan, Lowe menjalani gaya hidup yang relatif sederhana. Ia masih tinggal di rumah keluarganya untuk menghemat biaya sewa, tidak merokok atau minum alkohol, serta mengendarai mobil berusia 20 tahun.
Bagi Lowe, disiplin tersebut bukan sekadar penghematan, melainkan strategi untuk membeli waktu di masa depan. “Dengan berinvestasi, saya pada dasarnya sedang membeli kembali waktu saya,” ujarnya.
Baca Juga: Trump Sesumbar! Membunuh Pemimpin Iran Adalah Kehormatan Besar Baginya













