kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Di pameran perdagangan, China untuk pertama kali pamerkan vaksin corona


Senin, 07 September 2020 / 17:53 WIB
Di pameran perdagangan, China untuk pertama kali pamerkan vaksin corona
ILUSTRASI. Seorang perawat memegang vaksin potensial virus corona SinoVac buatan China untuk uji coba, sebelum memberikannya kepada seorang sukarelawan, di Emilio Ribas Institute di Sao Paulo, Brasil, 30 Juli 2020.


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

Pada Mei lalu, Presiden Xi Jinping berjanji untuk membuat vaksin potensial yang China kembangkan menjadi "barang publik global".

Vaksin potensial yang China pamerkan termasuk di antara hampir 10 vaksin di seluruh dunia yang memasuki uji coba fase 3, langkah terakhir menjelang persetujuan otoritas. 

Sinopharm menyatakan, perusahaannya mengantisipasi antibodi dari tusukannya untuk bertahan antara satu dan tiga tahun, meskipun hasil akhirnya baru diketahui setelah uji coba.

Tabloid nasionalistik China, Global Times, bulan lalu melaporkan, "harga vaksin tidak akan tinggi".

Baca Juga: Empat negara setuju jalani tes klinis tahap akhir vaksin corona Sinovac dan CNBG

Setiap dua dosis harus berharga di bawah 1.000 yuan (US$ 146), sebut laporan Global Times, mengutip Chariman Sinopharm, yang mengatakan, dia telah disuntik dengan salah satu calon vaksin.

Kantor berita China, Xinhua melaporkan pada Senin (8/9), kandidat vaksin lain, yang dikembangkan oleh para ilmuwan militer China, bisa mengatasi mutasi pada virus corona.

Bulan lalu, setidaknya 5,7 miliar dosis vaksin yang sedang dikembangkan di seluruh dunia telah dipesan sebelumnya.

Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan, imunisasi luas terhadap Covid-19 mungkin tidak akan berlangsung sampai pertengahan tahun depan.

Selanjutnya: Kasus virus corona tembus 4,2 juta kasus, India salip Brasil




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×