kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Digoyang demo besar, Presiden Rusia Vladimir Putin ogah bebaskan Alexei Navalny


Selasa, 26 Januari 2021 / 14:09 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembebasan Alexei Navalny berbahaya dan ilegal.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

Soal aksi demo menuntut pembebasan Navalny, baik Uni Eropa maupun Amerika Serikat (AS) tidak akan mengambil tindakan cepat untuk meningkatkan tekanan pada Rusia.

Uni Eropa menyatakan akan menahan diri dari sanksi baru terhadap individu Rusia jika Kremlin membebaskan Navalny setelah 30 hari. Uni Eropa akan mengirim diplomat utamanya ke Moskow minggu depan.

Presiden AS Joe Biden, yang mengupayakan perpanjangan lima tahun dari perjanjian kendali senjata START Baru dengan Rusia sebelum berakhir pada 5 Februari, mengatakan, dia tidak akan ragu untuk mengkritik Rusia, tetapi mengumumkan tidak ada tindakan baru untuk Rusia.

Baca Juga: Inggris: Rusia dan China dapat picu perang tak terkendali di seluruh dunia

Biden mengatakan, dia telah meminta pembaruan tentang peretasan dunia maya besar-besaran yang dituduhkan pada Rusia yang menggunakan perusahaan teknologi AS SolarWinds Corp sebagai batu loncatan untuk menembus jaringan pemerintah federal AS.

"Saya tidak akan ragu untuk mengangkat masalah itu dengan Rusia," katanya kepada wartawan.

Moskow membantah terlibat dalam peretasan SolarWinds.

Ketegangan antara Moskow dan Washington telah berkobar karena protes Navalny.

Kementerian luar negeri Rusia mengatakan telah mengeluarkan protes diplomatik kepada Duta Besar AS untuk Rusia John Sullivan atas apa yang dipandangnya sebagai campur tangan dalam urusan dalam negerinya.

Selanjutnya: Dituding punya Istana super mewah, Vladimir Putin: Itu bukan milik saya




TERBARU

[X]
×