kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Ditemukan Subvarian Baru Omicron BN.1, Berbahayakah?


Jumat, 18 November 2022 / 04:22 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Semua telah diidentifikasi di negara-negara Eropa seperti Austria, Inggris, Denmark, Jerman, dan Irlandia. Beberapa telah diidentifikasi di negara-negara Asia seperti Singapura, Korea Selatan, dan Jepang, serta di India dan Israel.

Mengutip nzherarld, sebulan yang lalu, BN.1 hanya menghasilkan satu dari 100 kasus di AS. Namun kini, ditemukan fakta bahwa adanya lonjakan kasus BN.1 menjadi satu dari 20 kasus. Ini menunjukkan subvarian BN.1 memiliki beberapa keunggulan pertumbuhan yang jelas.

“Jika sedang meningkat di tempat lain, itu berarti memiliki keunggulan yang dapat meningkatkan risiko mendorong lebih banyak jumlah kasus, serta kemampuan untuk menghindari perlindungan kekebalan yang mungkin kita miliki,” kata ahli virologi Universitas Otago Dr Jemma Geoghegan.

Secara internasional, para ilmuwan telah menandai subvarian tersebut sebagai kemungkinan memiliki sifat lolos-kekebalan yang tinggi, dan potensi untuk bersaing dengan varian lain yang beredar.

Meski demikian, belum ada indikasi BN.1 menimbulkan risiko yang lebih besar untuk penyakit parah atau kematian.




TERBARU

[X]
×