kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Ditemukan Subvarian Baru Omicron BN.1, Berbahayakah?


Jumat, 18 November 2022 / 04:22 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Semua telah diidentifikasi di negara-negara Eropa seperti Austria, Inggris, Denmark, Jerman, dan Irlandia. Beberapa telah diidentifikasi di negara-negara Asia seperti Singapura, Korea Selatan, dan Jepang, serta di India dan Israel.

Mengutip nzherarld, sebulan yang lalu, BN.1 hanya menghasilkan satu dari 100 kasus di AS. Namun kini, ditemukan fakta bahwa adanya lonjakan kasus BN.1 menjadi satu dari 20 kasus. Ini menunjukkan subvarian BN.1 memiliki beberapa keunggulan pertumbuhan yang jelas.

“Jika sedang meningkat di tempat lain, itu berarti memiliki keunggulan yang dapat meningkatkan risiko mendorong lebih banyak jumlah kasus, serta kemampuan untuk menghindari perlindungan kekebalan yang mungkin kita miliki,” kata ahli virologi Universitas Otago Dr Jemma Geoghegan.

Secara internasional, para ilmuwan telah menandai subvarian tersebut sebagai kemungkinan memiliki sifat lolos-kekebalan yang tinggi, dan potensi untuk bersaing dengan varian lain yang beredar.

Meski demikian, belum ada indikasi BN.1 menimbulkan risiko yang lebih besar untuk penyakit parah atau kematian.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×