Dokter China pertama yang ingatkan bahaya virus corona meninggal dunia

Jumat, 07 Februari 2020 | 08:07 WIB Sumber: Reuters
Dokter China pertama yang ingatkan bahaya virus corona meninggal dunia

ILUSTRASI. Ilustrasi virus corona. REUTERS/Thomas Peter


Tetapi Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, pihaknya masih mengharapkan China mempertahankan komitmennya untuk meningkatkan pembelian barang dan jasa Amerika setidaknya US$ 200 miliar selama dua tahun ke depan, sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan Fase 1.

Seorang sumber Reuters membisikkan, China, yang telah terancam dikucilkan, sedang mempertimbangkan menunda pertemuan tahunan badan legislatif tertinggi, Kongres Rakyat Nasional, mulai 5 Maret mendatang.

Baca Juga: Meski ada virus corona, AS harap China tetap komitmen perjanjian dagang

Berburu obat HIV

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan wabah sudah memuncak.

Seorang pejabat China mengatakan krisis itu bisa mendekati puncaknya, dengan lebih dari 1.300 pasien keluar dari rumah sakit, meskipun jumlah pasien baru yang didiagnosis dengan coronavirus masih meningkat.

Baca Juga: Wabah virus corona diprediksi bisa kikis cadangan devisa Indonesia

"Saya memiliki keyakinan penuh bahwa kita akan selangkah lebih maju dari virus," kata pejabat itu. "Tantangan terbesar adalah pengendalian penyebaran penyakit, dan membiarkan semua pasien yang dicurigai disembuhkan di rumah sakit."

Devy, 38 tahun dari provinsi Shandong, mengatakan dia termasuk di antara ratusan orang yang meminta disuntikkan obat HIV untuk pengobatan antivirus.

"Ketika Anda dibiarkan sendirian, melihat bayangan kabur dari jauh, saya pikir tidak ada yang bisa merasa tenang," kata Devy kepada Reuters.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru