Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen internal terkait kasus Jeffrey Epstein, yang mengungkap luasnya jaringan sosial dan bisnis mendiang taipan tersebut dengan tokoh-tokoh berpengaruh di bidang politik, keuangan, akademik, hingga bisnis.
Epstein, yang sebelumnya mengaku bersalah pada 2008 atas tuduhan prostitusi termasuk melibatkan anak di bawah umur, kembali ditangkap pada 2019 atas dakwaan perdagangan seks anak. Ia meninggal dunia di sel tahanan Manhattan pada tahun yang sama, dengan kematian yang dinyatakan sebagai bunuh diri.
Reuters melaporkan, Departemen Kehakiman AS menyatakan sebagian materi yang dirilis bisa saja memuat tuduhan tidak benar, gambar palsu, atau konten pornografi. Ribuan dokumen juga telah ditarik karena secara tidak sengaja mengungkap identitas korban.
Pejabat nomor dua Departemen Kehakiman, Todd Blanche, menegaskan bahwa dokumen tersebut tidak otomatis menjadi bukti aktivitas kriminal bagi semua nama yang tercantum di dalamnya.
Berikut sejumlah tokoh yang disebut dalam dokumen tersebut:
Baca Juga: Pasar Tenaga Kerja Australia Bertambah 17.800 pada Januari, Pengangguran Tetap 4,1%
Donald Trump
Trump diketahui pernah bersosialisasi dengan Epstein pada 1990-an hingga awal 2000-an. Dokumen yang dirilis memuat foto serta komunikasi yang mengindikasikan kedekatan sosial di masa lalu. Trump membantah mengetahui kejahatan Epstein dan menyatakan telah memutus hubungan sebelum kasus pidana Epstein mencuat.
Bill Clinton
Mantan presiden dari Partai Demokrat ini tercatat beberapa kali terbang menggunakan pesawat Epstein pada awal 2000-an setelah lengser dari jabatan. Clinton mengakui pernah berhubungan sosial dengan Epstein, namun membantah melakukan pelanggaran hukum.
Prince Andrew
Adik Raja Inggris tersebut kehilangan gelar kerajaan dan menyelesaikan gugatan perdata dari salah satu korban Epstein pada 2022 tanpa mengakui kesalahan. Dokumen juga menampilkan sejumlah foto kebersamaan mereka. Pangeran Andrew membantah mengetahui aktivitas kriminal Epstein.
Elon Musk
CEO Tesla itu disebut pernah berkomunikasi dengan Epstein terkait undangan ke pulau pribadinya. Musk menyatakan interaksinya sangat terbatas dan menolak undangan untuk berkunjung.
Baca Juga: Meta Hidupkan Lagi Proyek Smartwatch, Target Meluncur 2026
Bill Gates
Pendiri Microsoft beberapa kali bertemu Epstein setelah masa hukuman penjara pertama Epstein, dengan fokus pada diskusi filantropi. Gates menyebut pertemuan tersebut sebagai kesalahan dan menegaskan tidak terlibat aktivitas ilegal.
Jes Staley
Mantan eksekutif JPMorgan dan Barclays tercatat bertukar ribuan email dengan Epstein antara 2008–2012. Ia membantah mengetahui kejahatan Epstein, namun telah dilarang beraktivitas di industri keuangan Inggris dan menghadapi gugatan hukum.
Kevin Warsh
Nama Warsh muncul dalam salah satu daftar tamu acara yang dikirim ke Epstein. Tidak ada indikasi pelanggaran hukum, dan belum ada tanggapan resmi darinya.
Melania Trump
Terdapat email tahun 2002 dari Melania kepada Ghislaine Maxwell terkait artikel majalah tentang Epstein. Tidak ada tuduhan pelanggaran hukum terhadapnya.
Selain itu, sejumlah nama lain dari kalangan perbankan, politik Eropa, tokoh akademik, hingga penyelenggara Olimpiade Los Angeles 2028 juga tercantum dalam dokumen.
Tonton: Purbaya Kritik Bank Syariah, Masih Mahal dan Belum Jalankan Prinsip Syariah Sepenuhnya
Banyak dari mereka telah membantah mengetahui atau terlibat dalam aktivitas ilegal Epstein. Sejumlah investigasi dan pemeriksaan internal masih berlangsung di beberapa negara.
Kasus ini kembali memicu perdebatan luas mengenai bagaimana Epstein mampu mempertahankan jaringan dengan tokoh-tokoh elite global bahkan setelah pernah tersandung kasus hukum.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)